Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Politics

Asril: 2019, SIM Berlaku Seumur Hidup

KUNINGAN (MASS) – Agar masyarakat tidak direpotkan, perlu sebuah program SIM (Surat Ijin Mengemudi) seumur hidup. Bukan hanya itu, guna menolong rakyat kecil, perlu juga menghapus pajak kendaraan bermotor dan penghasilan.

Pernyataan ini dilontarkan Sekretaris DPD PKS Kuningan, Asril Rusli Muhammad Lc MPd, Rabu (27/2/2019). Menurut dia, program tersebut dijadikan prioritas utama partainya yang wajib diperjuangkan.

“Kami terus menggelorakan ini kepada seluruh kader, termasuk pada acara Pendidikan Politik di Gedung Sabilulungan (kantor DPD PKS Kuningan, red) hari Minggu (24/2/2019) kemarin,” ungkap Asril kepada kuninganmass.com.

Acara tersebut dihadiri Tim Pemenangan Pemilu Pusat dari DPP PKS. Pesertanya para kader dan tim sukses dari seluruh dapil se Kuningan. Asril menerangkan, acara itu bertujuan untuk mengokohkan informasi tentang program PKS.

“Karena kita menganggap kendaraan bermotor itu adalah kebutuhan vital sekarang ini. Jadi bukan lagi sekadar gaya-gayaan. Artinya orang zaman sekarang kalau gak punya motor susah beraktivitas,” ucapnya.

Program SIM seumur hidup serta penghapusan pajak kendaraan dan penghasilan, imbuh Asril, didasarkan atas perhitungan terhadap masyarakat Indonesia yang kini mayoritas memiliki kendaraan bermotor. “Pemilik motor di Indonesia itu mencapai 105 juta orang,” ungkapnya.

Menurut Asril, program tersebut dinilai sangat memperhatikan rakyat kecil. Dengan adanya pemberlakuan SIM seumur hidup, maka masyarakat tidak akan direpotkan lagi dengan membayar pajak setiap 5 tahun sekali.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Sekarang kita ingin berlakukan (SIM) seperti KTP. Artinya masyarakat gak disibukkan dengan perpanjangan-perpanjangan SIM. Jadi ini menolong rakyat kecil,” tandasnya.

Terkait program penghapusan pajak penghasilan, dia menilai masyarakat selama ini sudah cukup disulitkan dengan adanya berbagai kebijakan yang tidak memihak dan menyulitkan rakyat kecil. Oleh karena itu, rakyat tidak boleh lagi direpotkan.

“Terkait dengan penghapusan pajak penghasilan di bawah 8 juta juga berpihak kepada rakyat kecil. Ini menjadi hal yang patut diperhatikan semua kalangan termasuk PKS,” kata politisi yang juga caleg DPRD Kuningan tersebut.

Sementara itu, kegiatan Pendidikan Politik yang telah diselenggarakan, dimaksudkan pula sebagai penguatan materi kampanye kader kepada masyarakat pada masa pemilu 2019. Ia berpandangan masih ditemukan hal-hal yang kurang memberikan gebrakan dalam setiap program kampanye.

“Mengintensifkan kampanye. Nanti ketika silaturahim dengan masyarakat kita akan membawa isu ini. Dan tadi Alhamdulillah banyak timses yang hadir,” ujar Asril.

Pemateri yang dihadirkan, Hafizh Ari Nurhadi, seorang selebriti twitter muda dan Iko Mus Mulyadi, Bagian Direktorat Sumber Daya Manusia DPP PKS. Dalam materinya disajikan metode yang dinilai tepat bagi PKS untuk bisa memenangkan pemilu 2019 dan meraup banyak suara.

Metodenya disebut dengan P40TANG. Dijelaskan, P40TANG adalah Program Peduli 40 Tetangga. Caranya adalah dengan merancang kemenangan secara terukur, terstruktur, teratur agar dapat dievaluasi, intervensi, duplikasi. Selain itu dengan memastikan agar kader PKS senang, tenang, dan bangga dengan bertetangga. (deden)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kami secara pribadi dan pimpinan partai Islam di Kabupaten Kuningan sangat mendukung wacana koalisi partai Islam yang digulirkan oleh PPP dan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Perpres 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan miras atau minuman beralkohol dari skala industri hingga skala perdagangan...

Politics

KUNINGAN (MASS) – H Asril Rusli Muhammad, Lc, M Pd, resmi terpilih sebagai ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kuningan. Hal itu dipastikan setelah...

Politics

LEBAKWANGI (MASS) – Selaku anggota dewan yang mendapatkan dukungan suara besar dari warga Desa Sindang Kecamatan Lebakwangi pada pemilu lalu, Yaya tidak seperti kacang...

Advertisement