KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengunjungi korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di wilayah Caracas, Kecamatan Cilimus, Minggu (10/5/2026) malam.
Korban adalah FN (15), warga Desa Caracas, Kecamatan Cilimus yang videonya viral jadi korban kericuhan yang diduga melibatkan oknum supporter asal luar Kuningan.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami luka di bagian tangan, punggung, dan kepala akibat dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang sedang melakukan konvoi. Beruntung, korban segera ditolong warga sekitar sehingga tidak mengalami luka serius.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Dian berbincang langsung dengan korban dan keluarga untuk mendengar kronologi kejadian. Berdasarkan penuturan korban, saat itu dirinya tengah diminta orang tuanya membeli bensin di wilayah SPBU Cilimus sekaligus membeli sayur mayur.
Namun di tengah perjalanan, korban tiba-tiba ditendang oleh sekelompok orang yang melintas dalam konvoi. Tidak hanya itu, korban juga diduga dipukuli menggunakan helm hingga sepeda motor miliknya mengalami kerusakan.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuningan setelah sebelumnya mendapat arahan dari pihak Polsek. Karena korban masih berusia anak-anak, penanganan kasus dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Selain mengunjungi korban, Direktur RSUD Linggajati, dr. Hj. Eva Maya, juga langsung melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi korban di rumahnya untuk memastikan kondisi kesehatan korban pascakejadian.
Dalam kunjungan itulah” Bupati Dian menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Kuningan.
“Silakan mencintai dan mendukung klub sepak bola kebanggaan masing-masing, tetapi jangan sampai berlebihan hingga menimbulkan kekerasan dan merugikan orang lain. Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis,” ujar Bupati Dian, Senin (11/5/2026).
Bupati Dian juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap para pelaku agar memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga meminta pihak keamanan untuk bertindak tegas apabila terdapat kegiatan nonton bareng maupun konvoi yang berujung pada tindakan keributan dan kekerasan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai ada korban lagi. Ketertiban dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Kepedulian Bupati terhadap korban disambut baik warga setempat.
“Apresiasi atas kunjungan Pak Bupati. Beliau sangat peduli terhadap warganya terhadap peristiwa yang menimpa anak tetangga,” ujar Zulhasbi, tetangga korban.
Sebagai warga sekaligus tetangga korban, dirinya berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga situasi tetap kondusif ketika ada pertandingan sepak bola maupun konvoi suporter.
“Ke depannya kita harus lebih waspada lagi seperti yang dikatakan Pak Bupati, supaya kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (eki)