KUNINGAN (MASS) – Pelantikan DPD KNPI Kabupaten Kuningan Periode 2026-2029 dan Korps Alumni KNPI Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (11/5/2026), menjadi momentum penguatan peran pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan digital di era modern.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, resmi dilantik sebagai Ketua Korps Alumni KNPI Kabupaten Kuningan.
Selain menjadi ajang regenerasi organisasi, kegiatan itu juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga kondusivitas daerah serta menghadapi persoalan seperti hoaks, degradasi moral, narkoba, hingga pengangguran.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan pemuda harus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah dan tidak terjebak pada zona nyaman.
“Pemuda harus menjadi variabel penting dalam membangun situasi yang kondusif. Kuningan tidak akan maju tanpa keterlibatan pemuda,” ujarnya.
Ia juga berkomitmen mendukung program kepemudaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu lanjut Bupati, keberadaan Gedung Pemuda yang kini telah dihibahkan pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat aktivitas kepemudaan.
“Percuma gedung megah kalau tidak ada aktivitas. Maka saya berharap KNPI benar-benar hidup, aktif, dan mampu melahirkan program yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua OKK DPD KNPI Jawa Barat, Budi Miftahudin, menekankan pentingnya penguatan literasi digital di kalangan pemuda. Ia menilai KNPI perlu aktif memproduksi informasi positif untuk menangkal maraknya hoaks di media sosial.
“Saat ini orang lebih percaya apa yang dilihat mata daripada kebenaran. KNPI harus hadir memberikan informasi positif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Intan Agustiani, menyebut pelantikan tersebut menjadi simbol tumbuhnya semangat kolaborasi dan regenerasi pemuda di Kabupaten Kuningan. Sebanyak 159 pengurus DPD KNPI Kabupaten Kuningan dan 68 pengurus Korps Alumni KNPI resmi dilantik.
Ketua Dewan Penasehat KNPI Kabupaten Kuningan, Drs HR Yayan Sofyan MM, juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan mampu menciptakan karya nyata bagi masyarakat.
“Dulu tidak ada hibah tapi ada karya. Jadi kepada generasi muda jangan hanya mengandalkan bantuan tapi berkeringatlah berkaryalah,” pesannya.
Momentum pelantikan tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya energi baru pemuda Kuningan untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah menuju Kuningan yang maju, tangguh, dan berdaya saing. (didin)