Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

230 Miliar Anggaran Siluman Menjelang Acep Purnama Pensiun

KUNINGAN (MASS) – Tanggal 27 September 2023 pukul 13.00 WIB bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan dilakukan Pengambilan Keputusan DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2023.

Pasca disahkan sebagai Perda APBD Perubahan Kuningan tahun 2023 maka berkas tersebut kemudian dikirimkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk selanjutnya dilakukan Evaluasi. Pada tanggal 23 Oktober 2023 hasil dari evaluasi Gubernur Jabar terhadap Perda APBD Perubahan Kuningan tahun 2023 turun untuk segera dibahas bersama antara Pimpinan dan Banggar DPRD Kuningan beserta TAPD sehingga mendapatkan persetujuan.

Anehnya pada tanggal 31 Oktober 2023 pihak eksekutif dalam hal ini Bupati Kuningan bersama TAPD, minus Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si selaku Ketua TAPD karena tidak dilibatkan, merubah Anggaran Belanja Daerah pada Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kuningan Tahun Anggaran 2023 dari semula sebesar Rp. 2.826.272.144.220 menjadi sebesar Rp. 3.056.822.592.135 bertambah sebesar Rp. 230.550.447.915 atau naik 8,16% tanpa melibatkan legislatif. Padahal terkait mekanisme APBD perubahan, mestinya setelah hasil evaluasi dan tindak lanjut dari Gubernur Jabar turun, harus dibahas untuk kemudian disepakati bersama DPRD.

Advertisement. Scroll to continue reading.

APBD Perubahan Kuningan tahun 2023 hasil dari evaluasi Gubernur tidak pernah dibahas oleh Bupati Kuningan bersama dengan DPRD termasuk didalamnya perubahan Parsial. Jelas ini merupakan sebuah kesalahan prosedur yang sangat fatal karena APBD adalah produk Perda yang dibuat berdasarkan pembahasan dan persetujuan antara pihak eksekutif dan legislatif.

DPRD Kabupaten Kuningan seharusnya mengingatkan kepada Bupati Kuningan, bahwa apabila terdapat pengelolaan anggaran yang menabrak prosedur dan berjalan sendiri tanpa sepengetahuan dan pengawasan DPRD Kabupaten Kuningan, maka DPRD Kabupaten Kuningan berhak mengajukan hak interpelasi maupun hak angket, yang bisa berujung pada langkah impeachment atau pemakzulan Bupati Kuningan dalam rapat paripurna hak menyatakan pendapat.

Hal tersebut bisa saja terjadi antara lain apabila disinyalir bahwa Bupati Kuningan menggunakan APBD hanya berlandaskan peraturan Bupati (Perbup), bukan berlandaskan peraturan daerah (Perda) yang merupakan produk bersama antara Pemerintah Kabupaten dan DPRD.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Untuk itu DPRD Kuningan harus segera membuat surat resmi tentang Penolakan usulan Perubahan tambahan penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan sepihak oleh Bupati Kuningan Acep Purnama pada Perda APBD Perubahan Kuningan tahun 2023 karena dimasukkan setelah ketuk palu Rapat Paripurna oleh DPRD dan hasil evaluasi dari Gubernur Jabar turun sehingga tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

DPRD Kuningan harus segera berkirim surat kepada Gubernur Jawa Barat dan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri terkait hal ini, karena tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 27 tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022 dan PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Penolakan ini tentu karena ada beberapa alasan yang tidak rasional, yaitu :
Pertama, status APBD Perubahan Kuningan tahun 2023 saat ini sudah selesai dengan turunnya hasil Evaluasi dari Gubernur Jawa Barat. Bupati Kuningan Acep Purnama terkesan memaksakan kehendak agar ada penambahan dalam struktur pendapatan dan belanja APBD Perubahan yang pada akhirnya malah memperlambat kerja pemerintah daerah dalam merealisasikan belanja APBD Kuningan tahun 2023. Secara prosedur, usulan itu seharusnya dimasukkan pada proses pembahasan APBD Perubahan, bukan pada Perda APBD Perubahan yang sudah disahkan pada tanggal 27 September 2023 lalu.

Kedua, potensi defisit akan membengkak jika usulan tambahan dari Bupati Kuningan Acep Purnama diterima, dimana defisit sebelumnya akibat gagal bayar yang masih belum selesai pembayarannya akan berubah semakin besar dan berpotensi menyebabkan gagal bayar Jilid 2 pada APBD Kuningan tahun 2023.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jangan sampai DPRD Kuningan kecolongan, APBD dipakai untuk bekal “modal pensiun” karena sebentar lagi Bupati Kuningan Acep Purnama akan berhenti pada tanggal 4 Desember 2023 di tengah masa kampanye Pemilu serentak 2024 dan Pilkada Kuningan ke depan.

Sebenarnya DPRD Kuningan telah mengetahui apabila Bupati Kuningan Acep Purnama telah melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik. Jadi apa yang dilakukan oleh Bupati Kuningan Acep Purnama secara unsur ranah hukum administrasi negara dengan terjadinya gagal bayar APBD tahun 2022 telah merugikan rakyat Kuningan. Sehingga apabila DPRD Kuningan diam saja dan tidak bertindak maka apabila nanti terjadi penegakan hukum mereka bisa terlibat dalam pemufakatan jahat dan turut serta karena selama ini tahu kalau proses APBD Kuningan dalam pelaksanaannya telah melanggar hukum administrasi negara dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Sebagai pengingat hendaklah para pemimpin di Kabupaten Kuningan untuk menjauhi sifat zalim. Pengertian zalim adalah bengis, tidak adil, tidak punya rasa belas kasih dan kejam. Karena disebutkan hukum pemimpin yang zalim kelak di akhirat akan membawa kezalimannya. Siapa yang curang, dia akan memikulnya di hari kiamat. Yang curang dengan mobil plat merah, dia akan memikul mobil plat merah di hari kiamat. Kemudian yang curang dengan APBD dia akan memikul APBD di hari kiamat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Allah SWT menebar ancaman kepada para pemimpin yang berbuat zalim kepada rakyat atau orang yang dipimpinnya. Berikut ini tiga ancaman yang ditujukan kepada para pemimpin yang zalim menurut Al-Qur’an dan Sunnah :

  1. Azab Yang Pedih
    Seorang pemimpin yang zalim akan merasakan akibatnya pada Hari Pembalasan. “Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada sesama manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapatkan siksa yang pedih”. (QS. Asy-Syura : 42)
  2. Didoakan Kesukaran
    Rasullullah SAW mendoakan kesusahan bagi para penguasa yang menindas umat beliau “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia dan siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia”. (HR. Muslim)
  3. Dijauhkan Dari Surga
    “Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga”. (HR. Bukhari-Muslim).

Sungguh berat beban seorang pemimpin, sebab pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia yang fana ini, melainkan juga akhirat kelak. Oleh karena itu, sifat amanah harus melekat pada dirinya. Dalam mulut seorang pemimpin itu ketika keluar perkataan maka pada saat yang bersamaan ada tertempel materai 10 ribu.

Seorang pemimpin daerah yang dalam berargumentasi selalu membawa-bawa nama Tuhan, jelas orang munafik. Kelak di akhirat orang munafik akan ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka dan tidak akan mendapatkan pertolongan.**”

Kuningan, 5 Nopember 2023

Advertisement. Scroll to continue reading.

Uha Juhana
Ketua LSM Frontal

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Pada pesta demokrasi Pilkada Kuningan tahun 2024 ini, Acep Purnama sebagai petahana dipastikan akan maju kembali dan berhadapan “Head to Head”...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan H Acep Purnama SH MH, mengaku siap berkompetisi kembali di Pilbup 2024. Bahkan, kala ditanya...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Kuningan rusak parah pasca kepemimpinan Bupati Kuningan Acep Purnama berakhir. Hingga saat ini masih banyak...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Pemilihan Bupati Kuningan, masih tersisa 8 bulan lagi. Perbincangan mengenai siapa yang pantas manggung di Pesta Politik, mulai mengerucut dan otak-atik...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Publik dihebohkan dengan pernyataan bekas Bupati Kuningan Acep Purnama yang akan maju lagi pada perhelatan Pilkada serentak tahun 2024 berpasangan kembali...

Government

KUNINGAN (MASS) – Perolehan mentereng PDIP di Kabupaten Kuningan pada Pemilu 2024, nampaknya bakal kembali mengantarkan mantan Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Rapat pleno KPU baik tingkat kecamatan, kabupaten telah dilaksanakan. Bahkan Perhari Rabu 6 Maret 2024 sesuai agenda dan tahapan pemilu yang...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Hj Ika Siti Rahmatika, istri dari Mantan Bupati H Acep Purnama diprediksi lolos ke DPRD Jabar. Berdasarkan dokumen D1 hasil pleno...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Post power syndrome atau sindrom pasca kekuasaan adalah kondisi ketika seseorang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan yang pernah dimilikinya dan belum bisa menerima...

Government

KUNINGAN (MASS) – Bupati Acep Purnama sendiri mengaku tidak kenal sosok bernama Indra Purnama (pejabat kemendagri), yang diusulkan menjadi salah satu calon Pj Bupati...

Government

KUNINGAN (MASS) – Usulan pemberhentian jabatan kepala daerah (Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH dan Wakil Bupati M Ridho Suganda M Si), bakal...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Acara wayang golek yang menampilkan pertunjukan Wayang Golek Giriharja 3 dengan Ki Dalang Yogaswara Sunandar, mencuri perhatian warga Kadugede dan sekitarnya....

Politics

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPC PDIP Kabupaten Kuningan H Acep Purnama SH MH, mengaku bersyukur Ketua Umumnya Megawati Soekarno Putri memilih Mahfud MD sebagai...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Gabungan ormas dan LSM, nampak mendatangi Kantor Bupati (Pendopo) Kuningan, Senin (2/10/2023) siang tadi, melakukan aksi demonstrasi. Mereka datang dengan atributnya...

Government

KUNINGAN (MASS) – Terpilihnya Dr Ukas Suhafaputra sebagai direktur PAM Tirta Kamuning, dibela Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH sebagai KPM (Kuasa Pemilik...

Government

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, mengaku pihaknya juga ingin segera menertibkan saluran air (pipa) yang tak terdaftar kaki Gunung...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Adanya pengakuan Nurjayana (direktur PT Multi Nawa Panca) bahwa dirinya melaporkan Bupati H Acep Purnama ke KPK lantaran diperalat, dibantah langsung...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Mundurnya Hanyen Tenggono dari pencalegan Gerindra, mencuri perhatian banyak parpol. Tidak sedikit dari petinggi partai, yang menghamparkan karpet merah kepada bos...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Beberapa saksi mata mengungkapkan, korban tabrakan ada yang masuk kolong mobil dinas bupati. Ada juga yang posisinya di samping mobil bupati,...

Government

KUNINGAN (MASS) – Kuningan menjadi salah satu kabupaten yang merndapatkan penghargaan “Batas Desa Award” dengan kategori Baik dari Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa Kemendagri....

Government

KUNINGAN (MASS) – Uji Kompetensi para pejabat terutama eselon 2 di Kabupaten Kuningan memang telah dilaksanakan pada awal Januari 2023 lalu. Hasilnya, diserahkan ke...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH mengaku siap menghadapi apapun yang terjadi perihal gagal bayar atau tunda bayar proyek Pemda...

Headline

CIDAHU (MASS) – Mobil jenis jeep yang biasa terparkir di Hotel Purnama (milik Bupati Kuningan H Acep Purnama), nampak ringsek bagian ban depannya, Sabtu...

Government

JAKARTA (MASS) – Menjelang akhir tahun 2022 ini, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH berkali-kali dianugerahi penghargaan. Setelah dua kali mendapat penghargaan di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca rame soal Pabrik Garmen Joshua, Kadisnakertrans Dr Elon Charlan nampak menemui Bupati Acep Purnama. Pertemuan itu, terlihat pada Jumat (18/11/2022)...

Politics

KUNINGAN (MASS) – “Pak Acep berdecak kagum tadi. Peluk-peluk saya, sekarang Pak Acep udah ngaku anak lagi sama saya sekarang,” ujar anggota DPRD Kabupaten...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Bupati Acep Purnama SH MH angkat bicara soal polemik rencana pembangunan jalan lingkar timur selatan. Menurut Acep, yang tidak faham tidak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sedih dan menyesakkan, mungkin diksi itulah yang dapat menggambarkan perasaan siapapun khususnya keluarga yang ditinggalkan oleh Alm H Deni Erlanda SE...

Advertisement