Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Turunnya Penerapan Nilai-Nilai Agama dan Moral di Kalangan Generasi Muda

KUNINGAN (MASS) – Generasi muda merupakan komponen penting yang perlu dilibatkan dalam suatu bangsa. Generasi muda adalah masa depan bangsa yang berfungsi sebagai agent of change. Peran pemuda sangatlah penting dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, karena kemajuan suatu bangsa itu ditentukan oleh para pemuda.

Dengan adanya peran dan andil generasi muda, sebuah bangsa akan lebih mudah mengalami perubahan. Oleh karena itu, generasi muda harus di didik dengan baik untuk menghasilkan bangsa yang baik pula.

Ditengah perkembangan teknologi ini, generasi muda harus dibekali dengan ilmu agama, karena kecanggihan teknologi secara tidak langsung dapat mempengaruhi nilai-nilai agama dan perkembangan moral generasi muda. Perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan bagi seluruh kalangan untuk mengakses berbagai informasi.

Namun tak jarang, kemudahan tersebut membawa dampak negatif sehingga menjadi pemicu timbulnya perilaku yang mengarah pada gejala krisis moral. Krisis moral adalah turunnya nilai-nilai moral pada diri individu. Sebenarnya, krisis moral dapat terjadi disemua kalangan, namun yang paling rentan mengalaminya adalah para remaja.

Faktanya, kini telah terjadi pergeseran moral dikalangan generasi muda dan merosotnya penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu terbukti dengan maraknya kasus seks bebas yang terjadi dikalangan remaja. Baru-baru ini, diawal Bulan November 2023 tepatnya di SMP Sawah Besar Jakarta, telah terjadi kasus asusila 3x .

Advertisement. Scroll to continue reading.

Terdapat siswa dan siswi SMP melakukan tindakan mesum dengan temannya disekolah. Ada 6 siswi yang terlibat, dan yang lebih memukul hati tindakan mesum tersebut direkam oleh siswi lain dan ditonton beramai-ramai. Sehingga video tersebut beredar dimasyarakat luas. Bahkan ada juga kasus seks bebas dibawah umur yang lebih mencengangkan yaitu adanya  kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh anak SD kepada temannya.

Tak hanya itu, di Desa yang saya tempati pun masih ditemui kasus seks bebas diluar nikah yang dilakukan oleh remaja tingkat SLTA, yang menyebabkan pelakunya hamil diluar nikah. Data ini menunjukkan bahwa faktor yang menjadi pemicu terjadinya krisis moral generasi muda adalah karena kurangnya nilai agama dan moral pada anak yang merupakan tersangka dari kasus tersebut.

Perilaku seks bebas yang dilakukan para remaja saat ini, juga berdampak pada tingginya kasus HIV. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, data kasus HIV di Indonesia tercatat mengalami peningkatan di tahun 2023. Penderita HIV juga beragam mulai dari remaja sampai Ibu rumah tangga.

Jumlah Ibu rumah tangga yang terinfeksi pun mencapai 35%. Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV beresiko tinggi menularkan virus tersebut pada anaknya. Bahkan penularannya bisa terjadi sejak dalam kandungan, proses melahirkan atau menyusui.

Berdasarkan fakta yang ada, krisis moral yang terjadi dikalangan anak muda ini sudah sangat meresahkan. Oleh karena itu, untuk mencegah kriris moral dikalangan anak muda, perlu adanya partisipasi dari semua pihak baik itu dari Orang tua maupun Guru.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pendidikan keluarga adalah pendidikan pertama bagi anak. Seorang ibu adalah Madrosatul Ulaa bagi anaknya. Oleh karena itu, harus bisa menanamkan nilai-nilai agama dan pendidikan karakter sejak dini pada anak. Dan tak hanya sebatas itu, dalam jangka panjang orang tua harus ikhtiar membangun generasi Islami dengan cara memondokkan anaknya di Pondok Pesantren.

Karena pendidikan pesantren dirasa sangat efektif untuk membatasi diri anak dari hal-hal negatif sekaligus menjadi benteng untuk mencegah terjadinya krisis moral. Selain itu, guru juga harus ikut andil untuk mengatasi problemtika tersebut, yaitu dengan cara continue memberikan pengarahan dan membimbing anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif, sehingga dapat menekan jumlah perilaku keagamaan yang menyimpang dikalangan generasi muda.

Penulis: Wasykhatun Mahasiswi Prodi PAI UNISA Kuningan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement