Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Uncategorized

Suhu Panas di Kuningan Capai 35 Derajat Celcius

KUNINGAN (MASS) – Seperti halnya di daerah lain, warga Kuningan pun dalam beberapa hari ini merasakan suhu yang panas.  Yang biasanya suhu udara Kuningan adem ayem, beberapa hari menembus 35 derajat celcius.

Di Kabupaten Kuningan selama ini suhu normal dibawah 30. Memang pada bulan Juni pernah menyentuh suhu 16 derajat.

Tapi, hal itu karena memang disebabkan adanya pergerakan massa udara dingin dan kering dari Australia ke Asia yang melewati wilayah Indonesia.

Saat musim kemarau tutupan awan sedikit atau bisa dikatakan tidak ada sehingga bumi ini jadi tak berselimut.

Pada saat  tak berselimut, panas yang diserap pada siang hari akan sangat mudah dilepas pada malam hari, sehingga malam hari terasa dingin dari kondisi biasanya.

baca berita sebelumnya: https://kuninganmass.com/government/heboh-suhu-kuningan-16-derajat-celcius/

“Iya suhu udara dikisaran 33-35 derajat, sehingga terasa panas Kuningan. Kondisi karena Gerak semu matahari,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin SE, Jumat (25/10/2019).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi pesan berantai yang beredar diberbagai platform media sosial, dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas, itu kabar  tidak benar ( HOAX).

Seperti yang telah disampaikan BMKG, bahwa saat ini Indonesia dilanda suhu Panas, bukan gelombang panas. Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia.

Berdasarkan data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat Celsius. Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Prov Jateng.

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada Lintang menengah dan tinggi.Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya Gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C. Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C.

BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Politics

KUNINGAN (MASS) – Pada Minggu (25/4/2021) sore, PKS muda Chapter Kuningan membagikan takjil kepada masyarakat, di sekitaran mesjid At-Taqwa Ciawigebang. Kegiatan sendiri berkolaborasi dengan...

Social Culture

KUNINGAN (MASS) – Motor klasik dan antik seperti Vespa, ternyata bukan cuman hobi semata. Tapi bisa menjadi wadah untuk melakukan kebaikan bersama. Seperti yang...

Government

KUNINGAN (MASS) – Pemilihan Ketua RT di Rt 09 Rw 03 Gang Jembar Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan tidak seperti tempat lainnya. Jika biasanya digelar...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Salah satu praktisi dan pengelola panti rehabilitasi, Iyan Mukdiana yang menjalankan Padepokan Cipta Wening Subang Kuningan menyebut para pecandu narkotika sebenarnya...

Advertisement