Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Pemerintahan

Sanksi Oknum Pungutan PAUD Rp100 Ribu!

KUNINGAN (Mass) – Komisi IV DPRD yang membidangi pendidikan rupanya telah melakukan pemanggilan terhadap pejabat kabid dan kasi Dinas Pendikbud yang bertalian dengan PAUD. Hasilnya, komisi tersebut meminta agar pemda mampu menyelesaikan masalah itu secara benar.

“Pertama, kami apresiasi dulu atas upaya pemda sehingga bisa membantu kegiatan PAUD dan TK baik untuk operasional maupun untuk peralatan bermain di Kabupaten Kuningan,” kata Ketua Komisi IV, H Ujang Kosasih MSi, mengawali keterangan persnya, Kamis (13/4/2017).

Kepada para awak media, politisi PKB ini mengaku baru mengetahui adanya silaturahmi guru PAUD di Mayang dari media massa. Begitu pula muncul informasi adanya pungutan Rp100 ribu per PAUD pun, sambungnya, dari media. Baru kemudian meminta klarifikasi dari pejabat terkait yakni kasi dan kabid yang mengurusi PAUD.

“Kata kasi, soal pungutan itu inisiatif PAUD untuk konsumsi dan sewa gedung. Dirinya tak tahu menahu. Bupati hadir iya. Lalu kata kabid, sudah biasa ada penyerahan bantuan PAUD yang diawali penandatanganan MoU. Kabid menyerahkan gimana baiknya seperti yang lalu karena ia pejabat baru. Terkait pungutan, ia tak tahu menahu,” tutur Ujang menceritakan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari keterangan kasi dan kabid serta informasi lain yang dihimpun, Ujang menyimpulkan jika kegiatan tersebut tidak jelas alias tidak prosedural. Itu karena tanpa didasarkan komitmen kelembagaan. Jika masuk kegiatan Dinas Pendikbud mestinya dinas tersebut yang mengundang. Sementara surat tidak ada.

“Saat pengelola PAUD sepakat, mestinya klir, tak muncul seolah-olah ada yang merasa dirugikan. Kalau seperti itu berarti tidak klir,” tandasnya.

Terlepas dari angka seratus, sebuah rereongan itu didasarkan pada keikhlasan bukan paksaan. Apabila ramai seperti ini maka tidak berlebihan apabila ia menyimpulkan ada pemaksaan. “Siapa yang maksanya, wallahua’lam, sedang dicari,” kata Ujang.

Politisi asal Maleber itu pun menyayangkan acara tersebut karena sudah keluar dari komitmen awal. Terlepas dari kegiatan tidak prosedural dan muncul ketidakpuasan, para pengelola PAUD hadir dalam acara itu untuk menandatangani MoU.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Terlepas juga dari janji 14 hari. Kalau komitmennya mau penadatanganan MoU berarti harus siap dengan segala konsekuensinya,” ucapnya.

Ia berharap pemda segera menyelesaikan persoalan itu. Kelihatannya memang sepele, namun uang Rp100 ribu menurutnya berharga. Kalau mau dikembalikan, Ujang mempersilakan untuk melakukan komunikasi dengan PAUD. Dirinya merasakan kesulitan guru PAUD karena dulu pernah jadi guru honor SMP yang digaji Rp150 ribu perbulan.

“Harus diselesaikan secara benar. Kalau ada oknum pemerintah yang menyebabkan keresahan harus disanksi. Kabid, bila perlu kadis turun tangan. Jangan karena tidak memerintahkan lantas tak bertanggungjawab,” pintanya.  (deden)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Memasuki hari ke-5 Ramadhan, sejumlah kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan harga, Senin (23/2/2026). Entah terpengaruh karena diwajibkannya zakat fitrah atau juatru...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menggelar pelantikan Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan periode...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Pesik Kuningan sedang mempersiapkan diri untuk mengarungi kompetisi Liga 4 Seri 1 Nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat setelah beberapa...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Kramatmulya, tepatnya di sekitar RM Ali Action pada Minggu (22/2/2026) malam. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Beberapa waktu lalu, Andri Patoni, salah satu perwakilan korban pemalsuan identitas, memberikan penjelasan mengenai kronologis bagaimana masyarakat mengetahui mereka memiliki tunggakan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Kuningan Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian SH MH tegas mengatakan bahwa secara hukum, penyadapan getah pinus di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pakar hukum konservasi Dr H Dadan Taufik S Hut SH MH MKn yang juga akademisi dan dosen, angkat bicara perihal polemik...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ashri Perumahan Alam Asri Kuningan menggelar kegiatan pesantren kilat (Sanlat) di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah. Sanlat Ramadhan...

Religi

KUNINGAN (MASS) – DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Kuningan melalui Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) menggelar kegiatan Qur’an Fest 2026 di Sekretariat DPD PKS...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan memiliki sekitar 900.000 lebih bidang tanah yang harus dikelola dan disertifikasi. Menurut data terbaru, hingga tahun ini, sekitar 500.000...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Setelah dua tahun terhenti, seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten Kuningan akhirnya akan dilaksanakan kembali tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Di tengah wacana pembangunan desa yang kerap terjebak pada retorika program dan janji penataan, pemuda Desa Silebu, Kecamatan Pancalang justru menunjukkan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Candrika Adhiyasa, ahli lingkungan sekaligus konsultan lingkungan asal Kuningan, menyatakan pentingnya kepastian regulasi dalam penyadapan getah pinus di lereng Gunung Ciremai....

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Sosialisasi pembangunan kandang ayam oleh PT New Hope Indonesia pada Rabu (18/2/2026) di aula balai Desa Cihirup menjadi tempat. Dalam sosialisasi...

Desa

KUNINGAN (MASS) – IRMAS Jami Al Huda Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan, menggelar kegiatan Ramadhan Fair sepanjang bulan puasa tahun 2026 ini. Ramadhan Fair aendiri...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Lahir dan besar di Kabupaten Kuningan, da’i muda Jawa Barat ini bakal tampil ajang dakwah di TV nasional, AKSI (Akademi Sahur...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR) yang dirilis baru-baru ini, angka ketidakpuasan masyarakat ke kinerja aparat desa di Kabupaten Kuningan ternyata cukup...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Negara hukum (Rechtstaat) bukan sekadar negara yang memiliki aturan, melainkan negara yang mampu mendistribusikan keadilan secara proporsional. Dalam APBN 2026, pemerintah...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR), lembaga penelitian asal Kabupaten Kuningan, menunjukkan respon terhadap program MBG, belum meyakinkan. Pasalnya, meski lebih dari...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pendopo Kabupaten Kuningan kembali didatangi massa aksi, Jumat sore (20/2/2026). Aksi itu digelar sebagai bentuk refleksi satu tahun kinerja Bupati Kuningan....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Lama tak terdengar, publik belum tahu bagaimana dan siapa yang akan menakhodai Baznas Kabupaten Kuningan. Kita sekarang sudah di bulan ramadhan,...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Di tengah dinamika kehidupan generasi muda, Nur Aisya Kilat Banyu yang kerap disapa Eca kini berusia 20 tahun dan sedang aktif...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Cipicung, Kecamatan Cipicung, pada Kamis (19/2/2026), sore. Insiden...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal skema rekrutmen “relawan” dalam Program Makan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Per akhir tahun 2025 kemarin, ada 40 organisasi kepemudaan yang aktif, dengan anggota berusia antara 16 hingga 30 tahun. Jumlah anggota...