KUNINGAN (MASS) – Hari ini jutaan manusia berdiri di Arafah. Berpakaian putih, tanpa pangkat, tanpa sekat. Semua sama di hadapan Allah. Arafah adalah hari perenungan—tentang siapa Sang Khaliq, dan untuk apa kita diciptakan. Ia potret kecil Mahsyar: panas, sesak, semua sibuk dengan dirinya sendiri, dan penyesalan datang terlambat.
Sungguh dahsyat hari itu. Sampai manusia rela meminta perlindungan hanya dengan sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan. Tapi beruntunglah mereka yang mendapat naungan Allah: pemimpin yang adil, pemuda yang taat, hati yang terkait masjid, yang saling cinta karena Allah, yang menolak zina karena takut Allah, yang sedekah sembunyi-sembunyi, dan yang menangis saat berdzikir sendirian.
Hari Arafah adalah hari Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka. Jangan sia-siakan. Angkat tangan, basahi lisan dengan doa dan istighfar. Semoga Allah mengampuni kita, meneguhkan iman, dan mewafatkan kita dalam husnul khotimah. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.
Imam Nur Suharno
Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat