KUNINGAN (MASS) – Pemanfaatan teknologi digital mulai diterapkan hingga tingkat dusun di Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Melalui Kelompok Pengabdian Masyarakat (KPM), mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) menghadirkan inovasi berupa pemasangan plang website dan barcode di setiap dusun.
Program ini tidak hanya ditujukan sebagai penanda batas antarwilayah dusun, tetapi juga menjadi sarana untuk memudahkan masyarakat dan pengunjung memperoleh informasi mengenai kondisi serta potensi yang dimiliki masing-masing dusun.
Ketua KPM UI BBC Desa Linggamekar, Wafiel Izzy, mengatakan pembuatan barcode merupakan bentuk pemanfaatan teknologi sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang sederhana tetapi memiliki manfaat. Barcode ini nantinya dapat menjadi identitas setiap dusun sekaligus membantu masyarakat dan pendatang mengenali batas serta informasi mengenai wilayah dusun yang ada di Desa Linggamekar,” ujar Wafiel, Sabtu (15/6/2026).
Menurut Wafiel, keberadaan barcode di setiap dusun juga menjadi langkah awal dalam mendorong digitalisasi informasi desa. Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai wilayah dusun melalui perangkat digital dengan memindai barcode yang telah dipasang pada plang.
Selain sebagai media informasi, plang tersebut juga berfungsi sebagai penanda visual batas antar dusun. Kehadiran penanda tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pengguna jalan mengenali wilayah masing-masing dusun dengan lebih mudah.
Informasi yang tersedia melalui barcode mencakup berbagai keterangan mengenai dusun, termasuk luas wilayah serta potensi yang dimiliki. Potensi tersebut di antaranya sektor pertanian, persawahan, dan perkebunan.
Kepala Dusun 3 Desa Linggamekar, Alex Rohimansyah, menyambut positif pemasangan plang website dan barcode tersebut. Ia menilai inovasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat maupun orang yang melintas di wilayah antar dusun.
“Menurut saya, keberadaan plang website dan barcode tersebut sangat baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun orang yang melintas di wilayah antar dusun. Selain menjadi sarana informasi, plang tersebut juga dapat berfungsi sebagai penanda batas antara satu dusun dengan dusun lainnya,” kata Alex.
Ia menambahkan, keberadaan barcode memungkinkan masyarakat mengetahui batas-batas wilayah sekaligus mengenal lebih jauh kondisi dan potensi masing-masing dusun. Informasi tersebut dapat diakses dengan mudah melalui pemindaian barcode yang tersedia pada plang.
Menurut Alex, pemanfaatan teknologi tersebut merupakan langkah positif dalam mendukung keterbukaan informasi mengenai wilayah setiap dusun di era digital. Masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi mengenai batas wilayah, tetapi juga dapat mengetahui potensi yang dimiliki oleh masing-masing dusun melalui website yang disediakan.
“Di tengah perkembangan teknologi dan era modern saat ini, pemanfaatan teknologi digital di tingkat dusun diharapkan dapat semakin maju serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa KPM berharap program yang telah dilaksanakan tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. “Kedepan barcode ini harus terus dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa maupun masyarakat sebagai bagian dari sistem informasi digital Desa Linggamekar,” tutup Wafiel. (didin)