KUNINGAN (MASS) – Rencana pembangunan dua pabrik sepatu seluas 22 hektare yang terbagi pada 285 bidang tanah di kawasan Bukit Kembar, Jalan Baru Eyang Hasan Maolani Lingkar Timur Kuningan, menjadi perhatian di tengah potensi perubahan bentang alam dan berkurangnya kawasan hijau di wilayah tersebut.
Kawasan perbukitan yang menjadi lokasi rencana pembangunan berada di perbatasan tiga desa, yakni Desa Dukuhdalem, Desa Sindangbarang, dan Desa Ciniru. Wilayah yang dikenal memiliki pepohonan dan lingkungan hijau itu kini masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri.
Kepala Desa Dukuhdalem, Kecamatan Japara, Juhari, mengatakan lokasi pembangunan berada di kawasan perbatasan tiga desa. Menurutnya, wilayah Dukuhdalem menjadi salah satu bagian yang memiliki lahan paling luas dalam rencana tersebut.
“Ini berada di tiga perbatasan desa, situ Dukuhdalem, Sindangbarang dan Ciniru. Di Dukuhdalem sendiri paling banyak dan paling luas,” ujar Juhari saat diwawancarai Kuninganmass.com di rumahnya, Jumat (2/10/2026).
Di sisi lain, rencana pembangunan tersebut telah memasuki tahap pembebasan lahan. Di Desa Sindangbarang, sekitar sembilan hektare lahan yang terbagi dalam 109 bidang milik warga dilaporkan telah menerima uang muka atau DP.
Sementara itu, sekitar 30 bidang tanah warga Desa Ciniru juga masuk dalam area pembebasan lahan. Adapun di Desa Dukuhdalem, terdapat 146 bidang tanah yang telah menerima DP untuk mendukung rencana pembangunan dua pabrik tersebut.
Juhari menyebut masyarakat menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Warga berharap kehadiran industri dapat membawa perubahan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah, banyak masyarakat yang bersyukur dan berharap dalam jangka panjang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakatnya,” tuturnya. (raqib)
