Kabar Baik, SDN 3 Cihirup Dipastikan Direvitalisasi, Bangunan Lama Dibongkar Total

KUNINGAN (MASS) – Kabar baik datang bagi SDN 3 Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Setelah bangunan sekolah tersebut ambruk, kini sekolah itu dipastikan mendapatkan program revitalisasi pada 2026. Seluruh bangunan lama rencananya akan dibongkar dan dibangun kembali dengan material yang lebih tahan terhadap rayap.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Surya, mengungkapkan, kepastian revitalisasi merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif antara Disdikbud, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta Kementerian Pendidikan.

Sebelumnya, bangunan SDN 3 Cihirup dilaporkan ambruk pada Sabtu (10/10/2026) malam. Setelah kejadian itu, Disdikbud Kuningan langsung bergerak melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Surya menyebut keputusan mengenai revitalisasi SDN 3 Cihirup telah diterima pada Senin (26/10/2026).

“Alhamdulillah, berkat komunikasi dengan kementerian, Bupati, Wakil Bupati, Sekdis, dan tim Kabupaten Kuningan, program ini bisa terealisasi pada 2026,” ujar Surya di sela-sela acara pelepasan kontingen Porprov di D’Jons Pool, Senin (26/10/2026).

Ia mengungkapkan, respons pemerintah pusat datang dalam waktu kurang dari dua minggu sejak upaya koordinasi dilakukan. Surya pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu memperjuangkan perbaikan sekolah tersebut.

“Ini terus terang saja membuat saya sampai merinding dan terharu. Kondisi sekolah memang sudah sangat memprihatinkan, tetapi respons pemerintah daerah dan pusat begitu cepat. Alhamdulillah, SDN 3 Cihirup bisa segera diperbaiki,” ujarnya.

Surya menjelaskan, penanganan SDN 3 Cihirup tidak hanya berupa perbaikan sebagian bangunan. Seluruh bangunan lama direncanakan dibongkar untuk kemudian dibangun kembali melalui program revitalisasi.

Ia juga telah berkomunikasi dengan kepala sekolah dan konsultan perencana terkait penggunaan material bangunan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi lingkungan sekolah yang rawan serangan rayap.

“Dibongkar semua. Insyaallah, saya sudah bicara dengan kepala sekolah dan konsultan perencana bahwa konstruksinya menggunakan besi. Rangka atap menggunakan besi, gentingnya multiroof, lalu kusennya juga kusen aluminium,” jelasnya.

Pemilihan material itu kata Surya, diharapkan dapat membuat bangunan sekolah lebih awet dan mampu mengurangi risiko kerusakan akibat rayap.

Terkait waktu pelaksanaan, ia berharap pekerjaan dapat segera dimulai setelah proses perjanjian kerja sama (PKS) selesai. Bahkan, pelaksanaan fisik diharapkan bisa dimulai pada bulan ini, meskipun jadwal pastinya masih menunggu penyelesaian tahapan administrasi.

Adapun besaran anggaran revitalisasi belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penghitungan bersama kepala sekolah dan konsultan perencana.

Surya juga menyampaikan pelaksanaan program dapat melampaui tahun anggaran 2026 dan berlanjut hingga 2027 apabila diperlukan. Karena itu, pengaturan kegiatan belajar mengajar selama pembangunan berlangsung akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Surya mengatakan, terdapat sejumlah alternatif tempat yang dapat dimanfaatkan sementara oleh siswa, mulai dari fasilitas desa, musala, rumah warga, hingga tempat lain yang memungkinkan. Menurutnya, penentuan lokasi pembelajaran sementara akan dibahas secara teknis bersama pihak sekolah agar proses pendidikan tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung. (didin)