PMII Berduka atas Wafatnya Tokoh Besar NU Putra Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Keluarga besar Nahdlatul Ulama kembali mendapat kabar duka setelah salah seorang tokoh besarnya, KH Ahmad Bagja, wafat Kamis (6/2/2020) dini hari. Almarhum sendiri adalah putra Kuningan yang lahir pada tahun 1945 dan berkarir di organisasi mahasiswa yang merupakan bagian dari NU. Dirinya aktif sebagai kader PMII di kampus IKIP Jakarta. Bahkan dirinya sempat dipercaya menjadi ketua DEMA IKIP Jakarta.

Ketua PC PMII Kuningan Caesar Dzikri menyampaikan rasa duka yang mendalam. Dirinya menyebut seluruh keluaga besar PMII turut kehilangan atas tokoh besar tersebut.

“Keluarga Besar PMII Kabupaten Kuningan merasa kehilangan dan turut berbelasungkawa, beliau tokoh besar yang menjadi panutan khususnya saya sebagai putra daerah Kuningan,” ujarnya melalui pesan siaran Kamis (6/2/2020) sore.

Disampaikan Dzikri, almarhum dikenal sebagai pribadi yang cerdas, militan dan bersahaja. Sampai pada akhir usianya almarhum masih peduli terhadap PMII dengan menjabat Katua Majelis Pertimbangan PB PMII 2018-2023.

“Pemikiran-pemikiran almarhum masih belum hilang ditelan zaman dan petuah-petuahnya masih diingat oleh kami bahwa dengan impian yang besar, masalah-masalah yang dihadapi akan terlihat kecil. Sebaliknya, jika memiliki impian kecil, masalah kecil pun akan terlihat besar,” ungkapnya mengingat petuah yang diterimanya dari almarhum.

Ketua Kopri PMII Ayu Setyowati juga menyampaikan belasungkawanya. Menurutnya almarhum adalah sosok yang membanggakan dan telah menjadi spirit bagi Kopri PMII Kuningan.

“Kopri PMII Kuningan turut berduka cita atas berpulangnya KH. Ahmad Bagja serta mendokan mudah-mudahan beliau diberikan tempat yang paling mulia disisi Alloh SWT, KH. Ahmad Bagja telah menjadi sosok yang membanggakan, yang diharapkan dapat menjadi spirit untuk Kopri PMII Kuningan,” tuturnya.

Diterangkannya, KH. Ahmad Bagja sendiri dikenal sebagai Ketua Umum PB PMII periode 1977-1981 serta Sekjend PBNU periode kedua kepengurusan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1989-1994.

“Selamat jalan KH Ahmad Bagja. Kami yakin engkau menghadap Allah dengan bahagia berkumpul bersama para orang-orang sholeh di surga-Nya. Semoga kami bisa meneladani sikap dan kebijaksanaanya,” tuturnya. (eki)