KUNINGAN (MASS) – Kegiatan halal bi halal yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan di Gedung PGRI, Selasa (7/4/2026), menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas berbagai isu strategis di dunia pendidikan.
Selain sebagai ajang saling bermaafan, kegiatan ini juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru yang hingga kini masih menjadi perhatian utama.
Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, mengungkapkan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebutkan, meskipun dengan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan perhatian, terutama kepada guru paruh waktu.
Menurutnya, saat ini guru paruh waktu di Kabupaten Kuningan telah menerima honor sebesar Rp750 ribu, ditambah Rp200 ribu bagi yang sudah sarjana, sehingga total mencapai Rp950 ribu. Ia berharap ke depan jumlah tersebut dapat terus meningkat.
“Dengan keterbatasan daerah, pak bupati tetap berkomitmen untuk tetap bisa memberikan honor, dan untuk bulan Maret atau April ini katanya sudah cair untuk mereka paruh waktu. Alhamdulillah,” ujar Ida.
Selain kesejahteraan, peningkatan kompetensi guru juga menjadi fokus pembahasan. PGRI mendorong para guru untuk memanfaatkan dana sertifikasi secara optimal, baik untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat), membeli buku, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa momentum halalbihalal ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi bersama terhadap berbagai persoalan pendidikan, termasuk kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia menjelaskan konsep kesejahteraan tidak hanya dilihat dari aspek finansial, tetapi juga mencakup kemudahan akses, kepastian administrasi, serta kenyamanan dalam menjalankan tugas.
“Kita upayakanlah. Kesejahteraan itu bukan hanya soal finansial saja. Tapi juga bagaimana guru itu lebih dekat dengan rumah dan sekolahnya, supaya aksesnya lebih mudah, dipermudah urusannya, urusan pangkat dan golongan tidak terhambat, termasuk tidak ada keterlambatan gaji maupun TPP,” tuturnya.
Bupati juga mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam penataan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Namun demikian, ia optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan akan terus meningkat.
“Pendidikan Kuningan yang sudah cukup bagus ini akan terus didorong. Saya optimis di bawah. Ketua Pak Ida Suprida, PGRI akan semakin profesional, mandiri, dan bisa bersinergi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun daerah,” tutupnya. (didin)
















