KUNINGAN (MASS) — Evakuasi dua ekor biawak dari atap plafon rumah warga di Kampung Pahing, Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang berlangsung dramatis. Insiden dilaporkan terjadi pada Selasa (14/4/2026), setelah biawak diketahui berada di atas rumah dan menyebabkan kerusakan pada plafon.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Putri (pelapor), kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat biawak diketahui berada di atap rumah milik Tati dan membuat plafon rusak.
Sampai malam hari, biawak masih belum berhasil ditangkap, Putri kemudian lapor ke Damkar Kuningan. Tak lama berselang, petugas langsung diberangkatkan ke TKP dan membutuhkan waktu penangkapan kurang lebih dua jam.
Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga menyebutkan proses penangkapan dua ekor biawak yang ditemukan berada di atap plafon rumah berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu cukup lama lantaran plafon rumah yang sempit sehingga anggota kesulitan untuk menangkapnya.
“Saat evakuasi berlangsung Anggota harus membuka atap plafon rumah di beberapa titik untuk memudahkan menangkap biyawak karena selalu berpindah tempat,” tuturnya.
Dua ekor biawak tersebut kemudian berhasil ditangkap dengan ukuran lebih dari satu meter dan berat lebih dari 6 Kg. Apabila biawak dibiarkan berada di area plafon tanpa penanganan, petugas mengkhawatirkan hewan tersebut dapat membahayakan penghuni rumah maupun memperparah kerusakan bangunan.
“Dilakukan evakuasi/penangkapan 2 ekor biawak sepanjang lebih dari satu meter dan berat sekitar 6 Kg oleh 4 anggota piket regu3 UPT. Pemadam Kebakaran menggunakan randis RR dalam waktu ± 2 jam,” paparnya.
Sementara itu, kerugian material yaitu atap plafon rumah banyak yang jatuh serta bolong akibat aktivitas biawak yang ada di atap rumah tersebut. “Estimasi kerugian yaitu atap Plafon rumah banyak yang jatuh dan bolong oleh biyawak,” pungkasnya. (raqib)