KUNINGAN (MASS) – Kebakaran rumah kembali menimpa sebuah bangunan rumah milik keluarga Apandi (75) di Dusun 1 Ajigulung, RT 001 RW 002, Desa Sumbakeling, Kecamatan Pancalang, ludes terbakar pada Minggu (25/10/2026) malam yang diduga lantaran korsleting listrik hingga rugi ratusan juta.
Peristiwa nahas tersebut berawal sesaat setelah waktu magrib, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat para penghuni rumah sedang beristirahat, kobaran api mendadak muncul dari area kamar belakang dan langsung menyebar dengan cepat.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan di lokasi kejadian, sumber api diduga kuat berasal dari gangguan arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi lampu di kamar belakang. Lampu tersebut meletup dan memercikkan api yang langsung menyambar ke atas kasur.
Percikan api yang jatuh ke tempat tidur dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan rumah berukuran 9×7 meter tersebut.
Melihat kobaran api yang kian membumbung tinggi, Kepala Dusun Ajigulung, Mutakin, bersama warga setempat langsung bergotong-royong melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya. Namun, karena kobaran api makin tak terkendali, pihak desa segera menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 18.48 WIB.
Menerima laporan tersebut, UPT Damkar Kuningan langsung menerjunkan 8 personel piket Regu 2 beserta 1 unit armada pemadam menuju lokasi. Berkat kerja sama solid bersama anggota Polsek Pancalang, Koramil Pancalang, Tagana, Pemerintah Desa Sumbakeling, dan warga sekitar, proses pemadaman serta pendinginan berhasil diselesaikan dalam waktu satu jam.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, membenarkan kejadian musibah kebakaran yang menimpa rumah dinuni empat jiwa tersebut.
“Petugas berhasil memadamkan dan mensterilkan lokasi dalam waktu satu jam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tuturnya dalam keterangan tertulis.
Ia mengungkapkan petugas di lapangan sempat menghadapi kendala teknis saat menuju dan menangani lokasi kejadian. Jarak tempuh yang cukup jauh dari Mako Damkar serta minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran menjadi tantangan tersendiri bagi personel.
“Meskipun seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri, kerugian materiil yang dialami pemilik rumah ditaksir mencapai Rp105,6 juta. Selain kerusakan fisik bangunan, dua unit sepeda motor (Scoopy dan Force 1), barang elektronik seperti TV LED dan dua kulkas, serta perabotan rumah tangga ikut hangus terbakar,” paparnya.
Andri mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran di lingkungan permukiman, terutama yang berkaitan dengan kelistrikan.
“Gunakan kabel listrik yang standar dan lampu yang ber-SNI. Hindari juga penggunaan colokan listrik yang menumpuk untuk mencegah korsleting,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi dini, pihak Damkar juga mendorong pemerintah desa maupun pengelola fasilitas umum untuk melengkapi pemukiman dengan sistem proteksi kebakaran mandiri, seperti penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan tandon air cadangan.
“Jika terjadi kebakaran, segera hubungi UPT Damkar Kuningan di nomor (0232) 871113. Layanan pemadaman ini gratis dan tidak dipungut biaya apa pun,” pungkasnya. (raqib)
