KUNINGAN (MASS) – Menjadi pribadi yang produktif tidak hanya dinilai dari seberapa sibuk bekerja di dunia kantoran. Dalam sudut pandang keagamaan, produktivitas seorang Muslim juga diukur dari nilai kebermanfaatan, keikhlasan, serta kesesuaian tindakan dengan syariat Islam.
Pentingnya pemanfaatan waktu secara bijak ini mendapat perhatian khusus dari akademisi muda di Kuningan. Silpira mahasiswi STIS Husnul Khotimah Kuningan, membagikan tanggapan dan tips ringkasnya untuk memotivasi masyarakat awam.
Melalui ulasannya, Silpira mengingatkan kembali ajaran Islam yang sangat melarang umatnya membuang-buang waktu secara sia-sia. Merujuk pada dalil agama, manusia disebut berada dalam kerugian besar apabila tidak memanfaatkan nikmat waktu untuk berbuat kebaikan.
“Islam mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-‘Asr bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran,” tuturnya kepada kuninganmass.com Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, perubahan besar menuju pribadi yang bermanfaat sebetulnya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Langkah paling awal yang harus dibiasakan adalah memulai aktivitas pagi hari dengan memperkuat ibadah, seperti salat Subuh tepat waktu dan berzikir.
“Produktivitas seorang Muslim sebaiknya diawali dengan memperkuat hubungan kepada Allah SWT, misalnya bangun lebih awal untuk melaksanakan salat Subuh, berzikir, dan membaca Al-Qur’an,” paparnya.
Langkah kedua yang tidak kalah penting adalah selalu meluruskan niat dalam setiap kegiatan sehari-hari. Silpira menyebutkan aktivitas rutin seperti belajar, bekerja, hingga menolong sesama bisa bernilai ibadah di mata agama asalkan diawali dengan niat tulus karena Allah.
“Setiap aktivitas yang dilakukan hendaknya diawali dengan niat yang baik. Belajar, bekerja, maupun membantu orang lain dapat bernilai ibadah apabila dilakukan karena Allah SWT,” tambahnya.
Diakhir, Silpira menegaskan menjadi Muslim produktif tidak bisa diraih secara instan melainkan butuh proses harian. Dengan mempraktikkan langkah-langkah kecil ini, masyarakat diharapkan bisa meraih keberkahan hidup baik di dunia maupun di akhirat nanti.
“Menjadi Muslim produktif bukanlah sesuatu yang dapat dicapai secara instan. Perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan niat yang tulus dan konsisten,” pungkasnya. (raqib)