KUNINGAN (MASS) – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah anak, membawa satu anak lainnya kemudian dipukuli sembari divideokan.
Video tersebut dinarasikan bahwa yang memukuli adalah anak SLTP, sementara anak yang dihajar itu adalah anak SD. Kejadiannya di Kecamatan Japara.
Nampak dalam video, sejumlah anak, 3 hingga 4 orang, berkumpul di area perkebunan. Kemudian satu anak membawa anak lainnya, yang kemudian dipukuli.
Bagian yang dipukul adalah kepala dan punggul bagian bawah. Tidak hanya dipukul, anak korban juga diinjak oleh anak pelaku.
Salah satu warga Kecamatan Japara, membenarkan video tersebut sudah viral di tempatnya. Dikatakan, antara anak korban dan anak pelaku beda desa namun berdekatan.
“Awalnamah ceunah digulungkeun tateh (awalnya diadu adukan katanya),” ujar perempuan yang enggan disebut nama tersebut, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan, kejadian serupa bukan sekali saja kejadiannya, namun memang tidak sampai viral seperti sekarang.
Mengkonfirmasi hal itu, Camat Japara Minthareja AP M Si, mengaku pihaknya sudah melakukan kunjungan ke rumah korban, serta berkoordinasi dengan sekolah SLTP anak pelaku.
Camat mengaku, pihaknya juga memberikan pengarahan ke siswa untuk pencegahan bullying atau perundungan. Bahkan ternyata, kasus yang melibatkan anak-anak itu juga tengah ditangani Unit PPA Polres Kuningan.
“Ortu korban sudah melaporkan ke Polres Kuningan,” jawab Camat, kala ditanya apakah pihak korban menempuh jalur hukum atau tidak.
Secara fisik, korban memang tidak sampai menderita luka parah, tapi diprediksi trauma. Apalagi, korban merupakan anak speech delay, sehingga responnya lambat saat ditanya. “Tapi sudah mulai sekolah (korban) anaknya,” jelasnya. (eki)