Ketua PPP Sepakat Jalan Tol Dibangun di Koridor Timur, Bukan di Hulu

KUNINGAN (MASS) – Politisi PPP, Ali Akbar meminta agar tata ruang yang hendak dilakukan nanti jangan sampai merusak alam dan peradaban. Pernyataan itu ia lontarkan ketika mendengar adanya rencana pembangunan Jalan Tol di Kabupaten Kuningan. 

“Boleh di Kuningan ada jalan tol. Tapi tolong perhatikan tata ruangnya. Kalau di koridor hulu, jelas kami menolak, karena khawatir akan merusak alam dan peradaban,” tandas Ali yang kini menjabat ketua DPC PPP sekaligus ketua fraksi gabungan PPP dan Demokrat itu, Senin (10/8/2026). 

Ia sependapat dengan politisi PDIP Rana Suparman, keberadaan Jalan Tol nanti bisa merangsang pertumbuhan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Ciremai. Ini berdampak pada peradaban terutama kaitan dengan keandalan air serta kesejukan udara. 

“Ini kalau Jalan Tol dibangun di koridor hulu ya. Maka kami setuju kalau dibangunnya di koridor timur. Nyambung juga kan ke pintu tol Ciledug,” pinta pria asal Kecamatan Cibingbin tersebut. 

Kaitan dengan kerusakan alam ini, menurut Ali, partainya tidak mau main-main. Bahkan ia mengutip QS Al Baqoroh ayat 11. 

“Sudah jelas kan di Qurannya, Wa idzâ qîla lahum lâ tufsidû fil-ardli qâlû innamâ naḫnu mushliḫûn. Artinya: “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’,” paparnya. 

Di musim kemarau sekarang saja, Ali mendapat banyak keluhan krisis air. Ironisnya, itu menimpa pula warga yang berada tepat di kaki Gunung Ciremai. Dia menyayangkan kebijakan pemkab yang menjual air ke daerah lain semisal Indramayu. 

“Di Kuningan juga lagi kekurangan air, kok menjual ke luar daerah. Kita mestinya tidak melulu mengejar pendapatan yang justru malah mengorbankan masyarakat kita sendiri,” rungutnya. (deden)