KUNINGAN (MASS) – Jika sekarang “Kuning” berkuasa dimana sebelumnya “Merah”, maka kedepan giliran “Hijau” yang akan menempati pucuk pimpinan eksekutif di Kuningan. Pernyataan yang dikemas dengan seloroh ini terlontar usai PKB menggelar kegiatan bagi-bagi takjil FoodBank di depan sekretariatnya, Jl RE Martadinata, Sabtu (14/3/2026).
“Target kita di Pemilu 2029 seperti yang tadi diputuskan dalam Rapat Pleno DPC PKB Kuningan, yaitu minimal 10 kursi. Ya kalau partai lain dibawah 10 kursi, maka kita jadi pemenang pemilu,” ujar Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih MSi didampingi jajaran pengurus lainnya.
Disinggung wartawan soal nyanyian anak-anak “Merah Kuning Hijau di Langit yang Biru”, Ujang tertawa seraya mengiyakan. Yang jelas ia sangat berharap para kontestasi 2029 nanti target partainya tercapai, dari 8 kursi menjadi minimal 10 kursi.
“Maka dari itu, tadi pagi kita menggelar Rapat Koordinasi dengan para pengurus DPAC se Kabupaten Kuningan untuk start berlari dalam upaya mencapai target tersebut. Sah-sah saja dalam kontestasi, meskipun PKB sekarang bukan penguasa tapi mampu memenangkan pemilu nanti,” tandasnya.
PKB Akan Gelar Muscab 5 April
Dalam sehari, Sabtu (14/3/2026), DPC PKB Kuningan menggelar 3 agenda sekaligus. Pagi harinya Rakor dengan DPAC se Kuningan, disusul siang hari Rapat Pleno persiapan Musyawarah Cabang (Muscab), kemudian diakhiri dengan bag-bagi takjil.

Pada rapat pleno, dibentuk kepanitian baik OC maupun SC. Beberapa nama yang muncul sebagai OC dari kalangan muda diantaranya Ismah Winartono dan Rasdi alias Aras. Pada rapat pleno tersebut pun digaungkan target capaian kursi pada Pemilu 2029 minimal 10 kursi.
“Nanti SCnya dari para kyai dan jajaran fraksi. Kita sudah siapkan secara matang untuk penyelenggaraan Muscab yang dijadwalkan 5 April mendatang,” ungkap Ujang Kosasih.
Pada muscab nanti setidaknya ada tiga agenda penting yang akan dibahas. Mulai dari restrukturisasi yaitu penyusunan kepengurusan baru baik Dewan Syuro maupun Dewan Tanfidz. Kemudian merumuskan program kerja 5 tahun kedepan, dan merumuskan rekomendasi mucab baik untuk eksternal maupun internal.
Untuk restrukturisasi, Ujang menjelaskan, akan berbeda dengan muscab sebelumnya. DPC diberikan ruang untuk menyampaikan nama-nama calon pengurus, baik untuk Dewan Syuro maupun Dewan Tanfidz.
“Hanya menyampaikan daftar nama calon pengurus saja. Itu diputuskan oleh muscab. Sedangkan jabatannya nanti akan diputuskan oleh DPP,” jelasnya.
Ujang sendiri yang telah menjabat ketua selama tiga periode dengan prestasinya dalam raihan kursi, tidak tahu apakah dirinya akan terpilih kembali menjadi ketua atau tidak.
“Saya tidak bisa bicara apapun berkenaan jabatan. Baik itu untuk Dewan Syuro ataupun Dewan Tanfidz. Semuanya kewenangan DPP. Yang jelas siapapun yang masuk daftar, punya peluang yang sama,” pungkasnya. (deden)

















