Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Politics

Yudi: Sejarah dan Kultur Golkar itu Pendukung Pemerintah

KUNINGAN (MASS) – Sejak dulu sejarah dan kultur Golkar adalah pendukung pemerintah. Tapi bukan berarti mendukung sepenuhnya. Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Fraksi Golkar, H Yudi Budiana SH, Jumat (11/10/2019).

“Kita tetap dalam posisi kritis, objektif dan proporsional,” kata politisi yang juga menjabat ketua DPD Partai Golkar Kuningan itu.

Meski bupati dan wabup merupakan kader PDIP, dirinya menilai salah jika dikatakan Golkar mendukung partai kepala banteng moncong putih tersebut. Kalau sudah jadi bupati dan wabup, sambung Yudi, keduanya sudah menjadi milik rakyat Kuningan.

“Pak Acep dan pak Ridho itu bukan milik partai lagi melainkan milik seluruh rakyat Kuningan. Soal setelah selesai dia diluar jabatan itu, diluar posisi itu, ya keseharian dia kader partai. Tapi kalau posisi sebagai bupati dan wabup, bukan bupati PDIP,” tandasnya.

Menyikapi bergabungnya 5 fraksi dalam ikatan KKB (Koalisi Kuningan Bersatu), Yudi mengatakan politik itu dinamis. Masing-masing fraksi, imbuhnya, mempunyai hak untuk itu. “Silahkan saja hak fraksi masing-masing,” ucap dia.

Yudi merasa tidak khawatir apabila fraksinya tidak kebagian ketua AKD (Alat Kelengkapan Dewan). “Itu mah sesuatu hal yang biasa. Golkar mah sudah terbiasa, dulu juga pernah tidak (duduk sebagai ketua AKD, red),” kata pria yang tinggal di Ciawigebang itu.

Menurutnya, tujuan duduk di dewan bukan untuk mencari posisi. Tapi yang penting bagaimana menjembatani kepentingan masyarakat dari kepentingan pemerintah daerah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menanggapi tudingan DPRD hanya stempel pemerintah, justru Yudi ingin mengetahui maksud dari stempel tersebut.

“Stempel kaya gimana? Mereka tidak tahu dinamika yang terjadi dalam pembahasan. Tanya aja anggota lama, manakala kita beradu argument dengan mitra kerja, kan terjadi. Masa diketahui tiap kegiatan dewan dipotret terus, kan gak mungkin,” jelasnya.

Artinya, tambah Yudi, dewan juga bekerja. Dalam proses pembahasan terjadi dinamika perdebatan dan beda pendapat. “Kalau stempel kan berarti diem aja, duduk dapat duit, gak mungkin lah,” imbuhnya. (deden)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketersinggungan Ketua Fraksi Golkar, H Yudi Budiana ditanggapi bijak oleh Akademisi Kuningan, Suwari Akhmaddhian. Setelah mengucapkan terima kasih atas kritik dan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pernyataan seorang Akademisi, Suwari Akhmaddhian membuat Ketua F-Golkar, H Yudi Budiana tersinggung. Salah satunya, kalimat ‘mengganggu konsentrasi BK’ yang dilontarkan oleh...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketidakhadiran Fraksi Golkar pada Rapat Paripurna Internal Selasa (20/10/2020) malam rupanya bukan hanya karena punya agenda partai. Kepada kuninganmass.com Rabu (21/10/2020),...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Dibawah komando Ir H Asep Setia Mulyana, H Dudy Pamuji MSi berharap agar Partai Golkar di Kuningan kelak lebih maju. Kedepan,...

Advertisement