Wisatawan Kaget Lihat Sayatan Besar Pohon Pinus di Jalur Pendakian Ciremai

KUNINGAN (MASS) – Keasrian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) kini menjadi sorotan salah satu pengunjung. Wisatawan asal Cirebon, Syifa, mengungkapkan kesedihan dan keheranannya saat melihat kondisi deretan pohon pinus di sepanjang jalur pendakian yang tampak disadap untuk diambil getahnya.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Nur As-Syifa saat ditemui di jalur tracking menuju Cigowong pada Minggu (4/5/2026). Ia mengaku terkejut karena menurut pemahamannya, pohon-pohon di kawasan konservasi seharusnya dilindungi dari praktik eksploitasi komersial.

“Kan harusnya kalau kawasan taman nasional dilarang, karena termasuk kawasan konservasi, bukan hutan produksi,” tuturnya.

Ia menyoroti adanya lubang penyadapan pada batang pohon yang terlihat cukup dalam dan lebar. Berdasarkan pengamatannya, lubang-lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 5 hingga 10 sentimeter dengan lebar mencapai 7 sampai 15 sentimeter.

“Iya tapi cukup lebar sayatan atau lubangnya, sekitar 7-10 senti an,” tambahnya.

Pemandangan tersebut dianggap sangat kontras dengan status kawasan yang merupakan taman nasional. Kondisi pohon pinus yang tumbuh tinggi dan besar itu kini terlihat rusak akibat sayatan-sayatan yang digunakan untuk menampung getah.

“Heran dan kasian aja liat pemandangan ini. Sepengetahuan saya, ini masuk kawasan taman nasional, tapi kenapa pohonnya seolah-olah disakiti dan dieksploitasi gini,” tegasnya.

Ia menilai praktik pengambilan getah tersebut sangat mengganggu keindahan alami jalur pendakian via Palutungan. Wisatawan yang datang untuk menikmati suasana hutan yang asri justru disuguhi pemandangan batang pohon yang penuh dengan bekas luka sadapan.

“Kondisi pohon pinus di sepanjang jalur menuju Cigowong banyak yang mang disayat gitu,” pungkasnya. (raqib)