Ribuan Anak Di Kuningan Putus Sekolah, Bupati Dian Sebut Sekolah Rakyat dan PKBM Jadi Solusi

KUNINGAN(MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah memberikan perhatian serius terhadap angka putus sekolah yang tergolong cukup tinggi. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyebutkan diperkirakan ada ribuan anak di Kuningan yang saat ini tidak lagi mengenyam bangku pendidikan.

Usai melantik pejabat di Basecamp Cadas Poleng, Kamis (30/4/2026), Bupati mengakui persentase warga Kuningan yang putus sekolah memang lumayan besar. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak-anak di pedesaan terpaksa berhenti sekolah.

“Kalau angkanya kurang tahu persis tapi Kuningan memang persentasenya cukup lumayan, karena kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu,” tuturnya.

Sebagai solusi konkret, pemerintah daerah mendorong program “Sekolah Rakyat” untuk memberikan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Proyek ini diproyeksikan mulai berjalan pada akhir tahun ini sebagai langkah menekan angka putus sekolah secara signifikan.

“Mungkin salah satunya sekolah rakyat, berdasarkan info terakhir yang akan dibangun menjelang akhir tahun ini juga mengumumkan mungkin salah satu solusi bagaimana putus sekolah bisa ditekan,” paparnya.

Dian menjelaskan rencana pembangunan fisik sekolah tersebut dijadwalkan akan dimulai sekitar bulan Juni atau Juli mendatang. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung proyek strategis ini di wilayah Kuningan.

“Terakhir info ini secepatnya bulan Juni, Juli akan dibangun, Kuningan itu masuk pada kloter kelompok ketiga dengan area lahan kurang lebih 7 hektaran dengan menelan biaya dari pusat itu kurang lebih 200 sampai 300 milyar,” tambahnya.

Selain pembangunan sekolah fisik, Dian juga akan kembali mendorong peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program ini dianggap penting untuk menjangkau warga yang membutuhkan pendidikan non-formal di berbagai wilayah.

“Termasuk mungkin juga PKBM juga akan kita dorong kembali ya pa sekda, ini akan mengurai persoalan tentang apa angka putus sekolah,” pungkasnya. (raqib)