Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Tolak Kenaikan BBM dan Listrik, Mahasiswa Unjuk Rasa Ke DPRD Siang Ini

KUNINGAN (MASS) – Adanya wacana kenaikan harga BBM bersubsidi, membuat banyak pihak gerah. Begitupun dengan mahasiswa yang tergabung dalam HMI.

Dalam keterangan resminya, digambarkan bagaimana kondisi harga minyak dunia, serta persoalan tidak tepatnya pengguna BBM bersubsidi. Meski begitu, kenaikan BBM bisa berdampak pada inflasi, daya beli masyarakat turun, serta potensi meningkatnya kemiskinan.

Menyikapi hal tersebut, HMI melalui Pengurus Besarnya mengambil sikap dan menetapkan rekomendasi kebijakan yang harus diambil pemerintah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

1.Menolak rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi karena akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku UMKM yang belum pulih akibat covid.
2.Meminta pemerintah mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik.
3.Memdesak pemerintah dengan memberantas mafia di sektor minyak, gas, dan pertambangan dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan transparan dari hulu ke hilir.

Sebagai solusi, PB HMI merekomendasikan beberapa kebiajakan, diantaranya :
1.Memperbaiki dan memperkuat data kondisi ekonomi rakyat sehingga penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, yakni kepada masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku UMKM.
2.Membatasi penerima manfaat BBM beraubsidi untuk jenis kendaraan tertentu seperti roda dua, angkutan unum dan angkutan logistik. Pembatasan BBM bersubsidi ini harus disertai pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebicoran penyaluran BBM beraubsidi ke sektor industri, pertambangan dan perkebunan.
3.Mengalokasikan pendapatan yang besar (windfall income) dari kenaikan harga komoditas Sumber Daya Alam (SDA) di pasar global seperti batubara dan sawit untuk menambal subsidi BBM dan listrik.
4.Melakukan relokasi anggaran belanja kementrian/lembaga yang tidak produktif untuk menopang subsidi BBM; dan
5.Mendorong percepatan transisi energi, dari energi fosil ke energi terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan sebagai solusi ketahanan energi jangka panjang.

Hal-hal diatas, adalah point yang akan juga disuarakan HMI Cabang Kuningan pada aksi yang akan digelar hari ini, Selasa (30/8/2022) siang sekitar pukul 14.00 WIB di DPRD Kabupaten Kuningan.

Hal itu, disampaikan Ketua Umum Toto Sunarto. “Yakusa (Yakin Usaha Sampai),” ujarnya sembari sebelumnya menyerukabaksi. (eki)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Anything

KUNINGAN (MASS) – Pada hari ini, Rabu (21/9/2022) siang, sebagian wilayah di Kabupaten Kuningan kembali akan mengalami pemadaman listrik. Pemadaman itu, dilakukan PLN ULP...

Government

KUNINGAN (MASS) – Surat penolakan kenaikan BBM dari Bupati Kuningan, diserahkan ke Gubernur Jawa Barat pada Senin (20/9/2022) kemarin. Surat tersebut, diserahkan Oon Sobarudin...

Anything

KUNINGAN (MASS) – Pada Sabtu (17/9/2022) besok, beberapa titik di Kabupaten Kuningan akan dilakukan pemadaman listrik. Hal itu, diumumkan ULP Kuningan dan ULP Cilimus....

Government

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Acep Purnama menyampaikan bahwa partainya, PDIP, menolak kenaikan harga BBM. Pernyataan tersebut disampaikan setelah selesainya aksi unjuk rasa menolak...

Advertisement