Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Tolak ‘Air’ PT Sinde, KH Oban Banyamin : Pemdes Harus Ikuti Keinginan Masyarakat!

KUNINGAN (MASS) – Salah satu tokoh agama dan tetua masyarakat Desa Kalapa Gunung Kecamatan Kramatmulya, K H Oban Banyamin tegas menjawab saat ditanya posisinya pada wacana pengeboran air di wilayahnya.

Kyai kharismatik itu mengaku, bahwa sejak awal posisimya tidak berubah untuk menolak rencana yang akan dilakukan PT Sinde di wilayahnya.

“Pandangan abdi tikapungkur kitu. Mengikuti keinginan masyarakat, sabab hirup di masyarakat,” ujarnya mempertegas bahwa memang kebanyakan warga menolak, Sabtu (16/1/2021) siang.

Alasan selanjutnya, KH Oban Banyamin itu mengacu pada undang-unfang dan wacana yang digulirkan pihak pemerintah sendiri untuk menjaga kelestarian alam.

Dirinya mencontohkan, saat debat kandidat di tingkat gubernur saja, yang digembor-gemborkan adalah kelestarian dan kemakmuran petani.

Sehingga yang tidak terairi saja, dibangun waduk. Seperti Embung di Pakuon.

“Ayeuna, apakah akibat pengeboran itu, tidak akan ada efek samping merusak kehidupan petani?,” ujarnya mmepertanyakan dengan analogi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, sebagai warga negara yang masih mempertahankan kemerdekaan, sudah seharusnya tetep menjaga kelestarian alam.

Dirinya juga mengingatkan pada pemerintah setingkat desa, bahwa demokrasi itu milik masyarakat.

“Meskipun (pemerintah) desa, dan BPD itu pemerintah resmi, tapi kan demokrasi itu milik masyarakat. Bila masyarakat tidak setuju, apakah dia mampu untuk bertahan sebagai pejabat. Ataukah masyarakat mampu menurunkan dia dari jabatan?,” ujarnya memperingatkan.

Saat ditanyai perihal pro dan kontra rencana pengeboran air, dirinya menyebut hanya segelintir saja yang pro. Itupun disebut H Oban, berlagak ‘ugal-ugalan’.

“Lalu di samping itu, ada apakah? Lagipula, yang menolak bukan cuman Kalapa Gunung, karena secara dampak kita mungkin yang terakhir,” sebutnya.

Dampak pengeboran air, menurut H Oban justru akan terlebih dahuku terasa pada desa sekitar yang berada di daerah lebih rendah.

Desa yang mungkin terdampak, antara lain Cikaso, Kramatmulya juga Ciloa.

“Ikuti kehendak masyarakat! Dulu di Gunungaci Ciremai aja bisa ditolak, kenapa disini tidak bisa,” tegasnya di akhir. (eki)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Inspiration

KUNINGAN (MASS) – Mungkin bagi banyak lelaki, dunia make up bukanlah hal yang dekat di kehidupannya. Tapi nyatanya, di tempat salon atau tata rias,...

Government

KUNINGAN (MASS) – Saat ini Kuningan ditetapkan sebagai zona merah. Bupati sudah mengeluarkan atruan penutupan jalan ke pusat keramain. Hasilnya bagus warga tidak berkerumun....

Headline

KUNINGAN (MASS)- Semua orang mengetahui kematian bisa datang kapan saja. Tapi ketika orang yang dicintai meninggal tiba-tiba tetap saja shock. Hal ini yang dirasakan...

Education

KUNINGAN (MASS) – Tentu berbeda kegiatan tahun ini bgai mahasiswa jurusan Design Komunikasi Visual (DKV) Uniku. Pasalnya, pameran tahunan yang biasa digelar dalam bingkai...

Advertisement