Tak Dengar Isu Keretakan, Edo: Maju Teruslah, Dirahmati!

KUNINGAN (MASS) – Mantan Wakil Bupati Kuningan sekaligus mantan Calon Bupati M Ridho Suganda, nampak dirangkul Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, pasca sama-sama menghadiri acara Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 di Erion Space, Minggu (23/8/2026) kemarin.

Pasca keakraban itu terlihat, Edo –sapaan akrab M Ridho Suganda- disusul pertanyaan wartawan, terutama karena Bupati baru saja diisukan retak dengan Wakil Bupati Kuningan Hj Tuti Andriani SH M Kn, meski langsung dibantah oleh Bupati Dian.

Menanggapi pertanyaan, Edo justru mengaku tidak mendengar ada isu keretakan. Ia bahkan menegaskan, masyarakat juga tak perlu ikut-ikutan mendengar hal demikian. Ia menegaskan, isu terkait keharmoninas antar pimpinan daerah, jangan sampai mengalihkan perhatian dari tujuan utama pemerintahan, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Yang penting masa depan pemerintahannya berjalan baik, pemerintahannya berjalan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Edo juga nampak optimis dengan kepemimpinan saat ini, apalagi kondisi keuangan Kabupaten Kuningan semakin stabil. Dengan itu, pemerintah punya ruang lebih besar untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. ‎

‎“Pokoknya, maju teruslah, Dirahmati,” katanya.

Hal senada juga diutarakan mantan Timses Dirahmati, Dadan Satyavadin. Ia menilai, dinamika antara Bupati dan Wakil Bupati adalah sesuatu yang wajar dalam menjalankan pemerintahan. Perbedaan pandangan tidak otomatis berarti keretakan.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana keduanya tetap menjaga komunikasi, pembagian tugas, dan memastikan pemerintahan berjalan untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Soal dinamika politik maupun kemungkinan pencalonan ke depan, Dadan juga mengira terlalu dini untuk ditafsirkan sebagai tanda perpecahan. Itu merupakan ranah masing-masing pihak dan partai politik. Biarlah proses politik berjalan sesuai mekanismenya.

“Untuk saat ini, saya melihat Dian dan Tuti masih memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu menuntaskan amanah yang diberikan masyarakat Kuningan. Ukuran harmonisasi mereka bukan pada seberapa sering terlihat bersama atau apa yang berkembang di ruang politik, tetapi pada sejauh mana pemerintahan tetap solid, program berjalan, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Jadi, saya tidak ingin membesar-besarkan spekulasi. Berikan ruang kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk bekerja. Kalau ada perbedaan, selesaikan dalam koridor pemerintahan. Kalau ada dinamika politik, biarkan partai dan waktu yang menjawab,” imbuhnya. (eki)