Kadisdik Ungkap Tantangan Berat Penyakit Nasional, 30% Pegawai ASN-nya Terlibat Pinjol-Judol, Termasuk Perangkat Sekolah

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr Elon Carlan M Pd, tak menampik saat ditanya apakah penyakit masyarakat yang dikeluhkan secara nasional perihal pinjaman online –pinjol-, hingga judi online –judol-, juga menjangkit pegawai ASN, baik PNS maupun P3K di lembaganya.

“Nah ini kan bukan rahasia lagi ya, ini sudah menjadi rahasia umum,” kata elon, dalam Podcast Kuningan Mass yang tayang di YouTube baru-baru ini.

Dan sebenarnya, Elon mengungkapkan bahwa pinjol judol di kalangan ASN ini sudah jadi atensi nasional. Bahkan, 3 bulan ke belakang, kata Elon,Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara sudah memerintahkan Gubernur, Bupati, Walikota itu untuk merilis pegawai ASN, diumumkan secara persenan, siapa yang kena pinjol dan judol.

“Maka di Jawa Barat, Pak Gubernur itu memulai diumumkan secara terbuka, dinas A misalnya atas nama siapa aja yang terlibat pinjol dan judol, itu diperintahkan kepada Bupati/Walikota se-Jawa Barat juga begit. Maka kami juga terima daftarnya,” jelas Elon.

Dan yang membuat Elon merasa tantangannya begitu berat, karena angkanya cukup besar. Bahkan, ketika dikejar angka, dari total sekitar 8.000 pegawai Disdikbud, baik yang di kantor maupun tersebar di sekolah, yang terlibat pinjol dan judol mencapai 30%. Jika dihitung manual, maka angkanya mencapai 2.400 pegawai.

“Nah ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi saya sebagai kepala dinas ya bagaimana melakukan pembinaan terhadap kondisi ini, kan begitu. Kan ini kondisi mental, iya iya mental, walaupun mungkin pengaruhnya bukan hanya ekonomi lah begitu, persoalan tadinya iseng, karena dari judol ya pasti kan ke pinjol ya. Nyari duit yang gampang ini kan sekarang di pinjol. Ini kan (personalannya) mental  ya. Jadi ini menjadi tugas kita bersama,” tegas Elon.

Karenanya, sesuai intruksi Menteri, Gubernur sudah memerintahkan kepada Pak Bupati/Walikota, Pak Bupati/Walikota juga memerintahkan BKD untuk menyerahkan daftar nama terjerat pinjol judol itu ke OPD masing-masing. Dan Elon mengaku lagi, bahwa pembinaan inilah tugas berat yang dipikulnya sebagai Kadisdikbud untuk melakukan pembinaan.

Tugas berat itu bukan tanpa sebab, karena pagwai sekali terlibat judol pinjol itu, kata Elon, pertama harus melunasinya terlebih dahulu, apalagi yang diawasi OJK. Kedua tak kalah berat lagi, pegawai harus berubah mindset.

“Maka saya selalu menyampaikan ke para pendidik, ini penyakit ini jangan sampai diturunkan kepada generasi yang sedang kita didik hari ini. Ya keluarga, lingkungan, warga sekolah benar-benar harus menganggap bahwa ini menjadi musuh bersama lah gitu, pinjol, judol itu musuh bersama lah gitu. Maka tugasnya adalah membangun kesadaran untuk saling mengawasi, saling mengingatkan, dan memberikan edukasi secara berkesinambungan kepada berbagai pihak, bahwa judol dan pinjol itu bukan sesuatu yang membuat orang bisa kaya,” tegas Elon. (eki)