Tradisi Hajat Tutulak, Warga Duduk Bersila di Sepanjang Jalan

KUNINGAN (MASS) – Tradisi karuhun rupanya masih dilestarikan oleh warga Dusun Jatinunggal Desa Karangtawang Kecamatan Kuningan. Kamis (10/9/2020) sore bertepatan dengan malam Jumat kliwon, mereka berkumpul guna menggelar Tradisi Hajat Tutulak.

Terpantau, seluruh warga dusun, tua-muda, laki-perempuan, termasuk anak-anak, tumplek bersila di sepanjang jalan dusun tersebut. Mereka berkelompok sesuai Rt-nya masing-masing, dipimpin oleh juru do’a yang dituakan di RT mereka.

Acara Tradisi Hajat Tutulak diawali dengan menggelar tikar dan karpet memanjang menutupi hampir seluruh jalan dusun.

Tak lama kemudian, para ibu keluar dari rumah-rumah mereka membawa berbagai macam makanan untuk disajikan di atas tikar/karpet tersebut.

Aneka makanannya seperti nasi kuning beserta lauk pauknya, kue-kue, buah-buahan, hingga makanan ringan. Bahkan, yang selalu hadir pada setiap acara tradisi doa bersama, Tumpeng yang di atasnya ada telur, juga disajikan.

“Alhamdulillah, acara Hajat Tutulak tahun ini bisa terlaksana. Ini acara rutin tahunan, yang dilaksanakan setiap Malam Jum’at Kliwon di Bulan Muharram atau Bulan Suro,” ujar Kepala Dusun Jatinunggal, Suharto.

Ia menjelaskan, Tradisi Hajat Tutulak ini merupakan tradisi turun-temurun yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur maupun untuk meminta segala sesuatu dan dihindarkan dari segala bencana serta penyakit pada Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

“Manusia sebagai mahluk Tuhan hanya diwajibkan berikhtiar dan berdoa. Sementara, untuk hasil dan tidaknya, ada dalam Kekuasaan Tuhan Sang Maha Pengabul Do’a,”tandasnya.  

Ketika berbagai ikhtiar/upaya dan do’a telah dipanjatkan, imbuh Suharto, manusia hanya bisa berserah diri kepada takdirNya. Itulah inti dari pelaksanaan tradisi tersebut.

Adapun makanan yang disajikan itu, hasil sukarela warga yang ingin menyumbang. Sesuai dengan kemampuan, warga menyumbangkan apa saja yang mereka mampu, tidak ada unsur paksaan.

“Intinya untuk berdoa memohon apa pun pada Allah SWT, termasuk agar kita semua terhindar dari pandemi Covid-19 ini. Semoga seluruh warga sehat wal afiat dan segala hajatnya terkabulkan,” doanya.

Setelah semua warga berkumpul, Tradisi Hajat Tutulak dimulai dengan mengirim doa pada arwah keluarga dan leluhur yang dipimpin oleh sesepuh/ulama setempat.

Setelah itu dibacakan bersama dzikir dan ayat-ayat Suci Al Qur’an yang diakhiri dengan do’a bersama. Baru kemudian, seluruh hadirin dipersilakan menikmati sajian yang sudah diatur sedemikian rupa.

Sebagian warga nampak asyik menikmati hidangan bersama para tetangganya di lokasi. Namun sebagian warga lainnya yang kebetulan ada kesibukan, terlihat bisa membungkus makanan itu untuk dibawa ke rumah.

“Selain untuk ungkapan rasa syukur dan memanjatkan doa bersama, Tradisi Hajat Tutulak ini juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi di antara warga,” pungkas Suharto. (deden)