KUNINGAN (MASS) – SMP Tri Mulya merupakan sekolah swasta yang telah berdiri sejak tahun 1958 dan dikenal sebagai salah satu SMP swasta tertua di Kabupaten Kuningan.
Pada masa awal berdirinya, sekolah ini pernah menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah tersebut, yang ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam dua sesi, yakni pagi dan siang.
Namun, seiring berjalannya waktu serta meningkatnya jumlah sekolah swasta baru, SMP Tri Mulya menghadapi penurunan jumlah peserta didik. Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki tiga kelas dengan total 16 siswa.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, semangat untuk bangkit tidak pernah padam. Di bawah naungan Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama, SMP Tri Mulya terus berupaya melakukan pembenahan.
Memasuki tahun 2024, sekolah mulai melakukan peremajaan sarana dan prasarana secara bertahap. Upaya ini dilaksanakan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat bersama pihak yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan.
Sejak awal berdiri hingga kini, SMP Tri Mulya tetap konsisten dalam memprioritaskan pembentukan kompetensi serta integritas pribadi siswa. Sekolah ini menitikberatkan pada kualitas lulusan dibandingkan kuantitas peserta didik.
Dalam proses pembelajaran, nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong menjadi landasan utama yang tidak hanya diajarkan, tetapi juga diterapkan oleh seluruh tenaga pendidik.
Menariknya, meskipun mayoritas siswa berasal dari komunitas adat Sunda Wiwitan, SMP Tri Mulya tetap menjunjung tinggi nilai keberagaman. Sekolah ini hadir sebagai ruang belajar yang inklusif bagi berbagai latar belakang keyakinan.
Semangat kebhinekaan tersebut tercermin dalam sikap, perilaku, serta menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan di lingkungan sekolah.
Langkah transformasi SMP Tri Mulya semakin diperkuat dengan adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gagasan pengembangan sekolah sebagai institusi pendidikan umum berbasis ekologi dan budaya merupakan inisiatif dari Gubernur Jawa Barat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada Kamis (30/4/2026), Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyerahkan bantuan berupa delapan ekor domba betina dan satu ekor anakan domba kepada SMP Tri Mulya.

Bantuan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan sekolah berbasis ekologi. Momentumnya juga berteparan dengan menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
“Bagi keluarga besar SMP Tri Mulya, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian ternak, melainkan juga sumber motivasi untuk mewujudkan gagasan besar yang telah diamanahkan,” ujar Kepsek SMP Tri Mulya, Ratu Susilowati Djatikusumah.
Dengan penuh rasa syukur, kata Kepsek, bantuan ini disambut sebagai langkah awal menuju transformasi sekolah yang lebih mandiri, berbudaya, dan berwawasan lingkungan.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya kepada Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan, atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
“Dukungan ini kami yakin akan menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah untuk terus bergerak maju dan berkembang,” ucapnya. (eki)