CIREBON (MASS) – Menjamurnya industri kopi telah menggeser fungsi kopi dari sekadar minuman menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Fenomena ini ditangkap menjadi peluang produktif oleh kolaborasi UKM Senjapreneur dan Kopi Satu Visi.
UKM Senjapreneur dan Kopi Satu Visi menggelar Workshop Manual Brewing serta Tarung Seduh Championship Vol. 30 di Kopi Satu Visi, Jl. Kandang Perahu Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi minat generasi muda di dunia kopi.
Langkah ini diambil agar anak muda tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga mampu menjadi pemain inti di bidangnya. Pengasahan skill baru ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para peserta.
Salah satu penyelenggara acara Gilang Cikal Listanto menjelaskan kopi bukan sekadar gaya hidup, tapi tentang memahami proses di baliknya. Ia meyakini setiap seduhan memiliki alur dan makna menarik yang patut dipelajari mendalam.
“Edukasi ini sangat penting untuk membangun ekosistem kopi yang berkualitas. Karena pemahaman dan teknik yang benar itu bisa meningkatkan nilai jual seorang barista di industri kreatif,” tuturnya.
Kegiatan ini sengaja menyasar anggota komunitas dan organisasi internal terlebih dahulu. Tujuannya agar dampak positif dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh anggota sebelum disebarluaskan ke lingkup yang lebih besar.
“Ini diikuti oleh pengurus internal termasuk mahasiswa dan anak muda setempat,” tambahnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan menyeduh yang dipandu barista profesional tersebut. Ajang Tarung Seduh juga menjadi sarana pembuktian kemahiran dalam meracik sebuah kopi.
“Melalui kegiatan ini, anak muda dan mahasiswa nantinya diharapkan tidak lagi terbatas pada konsumsi aja, sinergi antar-komunitas ini menjadi bukti nyata pemberdayaan anak muda dalam menghadapi tren industri kopi,” pungkasnya. (raqib)