Warga Soroti Kerusakan Jalan Kalimanggis–Kadurama, PUTR Kuningan Janjikan Penanganan Darurat

KUNINGAN (MASS) – Kondisi ruas jalan penghubung Desa Kalimanggis, Kadurama, dan Pamijahan kembali menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan jalan yang dinilai semakin parah memicu keluhan warga karena dianggap mengganggu aktivitas sehari-hari serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Sejumlah warga dan kalangan pemuda menilai hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan konkret terhadap kerusakan jalan yang menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang, genangan air, serta batuan yang muncul di permukaan disebut semakin menyulitkan mobilitas warga.

Salah satu pemuda sekaligus, mahasiswa Kuningan, Ilham Fauzan, menyampaikan bahwa infrastruktur jalan merupakan hak dasar masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah.

“”Infrastruktur jalan yang layak bukan hadiah atau komoditas politik, melainkan hak mendasar bagi setiap warga negara yang sah dilindungi undang-undang. Pajak ditarik tanpa telat, namun mengapa hak warga untuk menikmati jalan yang aman harus mengemis melalui viralitas,” ujarnya.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), segera melakukan peninjauan lapangan dan merealisasikan perbaikan baik dalam bentuk penanganan darurat maupun permanen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Tedy Bisma, menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat terhadap kondisi ruas jalan Kadurama hingga Simpang Kalimanggis Kulon.

Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki Dinas PUTR, panjang ruas jalan tersebut mencapai sekitar 2,5 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 1,5 kilometer masih dalam kondisi baik, termasuk segmen jalan beton sepanjang 320 meter. Sementara sekitar 1 kilometer lainnya berada dalam kondisi sedang hingga rusak berat.

“Terkait keterlambatan penanganan perbaikan, kami memahami bahwa kondisi jalan yang rusak menimbulkan ketidaknyamanan dan menjadi perhatian serius bagi pengguna jalan,” kata Tedy dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan permanen ruas jalan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar, termasuk untuk perbaikan drainase dan pembetonan sejumlah segmen jalan. Namun pada tahun anggaran berjalan, alokasi pemeliharaan jalan mengalami penyesuaian sehingga harus dibagi dengan sejumlah ruas jalan lain yang juga membutuhkan penanganan.

Meski demikian, Dinas PUTR memastikan akan melakukan langkah-langkah sementara sambil menunggu ketersediaan anggaran. Salah satunya melalui penanganan darurat berupa penambalan lubang secara berkala menggunakan material yang tersedia.

“Insya Allah, diawal triwulan ke-3 melalui pemeliharaan rutin,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait pengawasan kendaraan angkutan material yang melintas di wilayah tersebut. Pasalnya, ruas jalan ini berada di kawasan dengan lalu lintas kendaraan pengangkut material yang cukup tinggi, khususnya truk pengangkut pasir.

Dinas PUTR juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan melalui program gotong royong masyarakat untuk melakukan penanganan darurat sebagaimana yang telah dilakukan di beberapa wilayah lain.

Tedy menegaskan perbaikan permanen ruas jalan Kadurama hingga Simpang Kalimanggis Kulon telah masuk dalam usulan prioritas tahun anggaran 2027. Namun demikian, pihaknya juga berharap adanya peluang alokasi anggaran pada perubahan APBD mendatang agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami berkomitmen untuk memprioritaskan perbaikan permanen ruas jalan ini pada tahun anggaran 2027. Syukur-syukur jika ada alokasi di anggaran perubahan nanti. Untuk alokasi bantuan keuangan jalan dari Banprov sudah 2 tahun ini tidak ada alokasi,” pungkasnya. (didin)