Ada yang Beda dari Hari Jadi Kuningan 2026, Bupati Ungkap Konsep Baru

KUNINGAN (MASS) – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan tahun ini akan dikemas dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Kuningan ingin menjadikan rangkaian Hari Jadi tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenalkan sejarah dan potensi daerah.

Hal itulah yang disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Ia mengatakan perubahan konsep tersebut salah satunya terlihat dalam pelaksanaan karnaval. Jika sebelumnya karnaval biasa digelar pada siang hari dan peserta dapat menampilkan berbagai tema, tahun ini konsepnya akan dibuat lebih terarah.

Ia menjelaskan, karnaval tahun ini akan mengangkat rangkaian sejarah Kabupaten Kuningan dengan melibatkan sejumlah kecamatan.

“Hari jadi yang sekarang formatnya berbeda. Contohnya karnaval, kalau dulu mungkin siang hari, sekarang pagi. Kemudian sekarang ada tema, tidak seperti dulu yang mungkin siapa saja bisa menampilkan apa saja,” ujar Dian saat ditemui di Gedung Pemda Kuningan, Senin (10/8/2026).

Menurut Dian, setiap wilayah nantinya dapat mengambil bagian dalam menceritakan sejarah Kuningan. Misalnya, sebuah kecamatan dapat mengangkat cerita tentang kerajaan atau masa tertentu yang kemudian disambungkan dengan wilayah lain.

Konsep tersebut diharapkan membuat karnaval menjadi sebuah rangkaian cerita sejarah yang utuh. Sejarah dari masa lalu hingga perkembangan Kuningan saat ini akan dikemas melalui penampilan masing-masing peserta.

“Kita bagi berdasarkan sejarah Kuningan. Misalnya Kecamatan Luragung yang bercerita tentang kerajaan masa lalu, kemudian zaman pertengahan, dan nyambung ke Kecamatan Kuningan, Darma dan sebagainya,” jelasnya.

Dian mengatakan rangkaian tersebut nantinya akan dikaitkan dengan sejarah sejumlah tokoh dan pemerintahan di Kuningan, termasuk cerita mengenai Adipati Awangga dan Aria Kamuning. Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang sejarah daerahnya.

“Jadi nanti dari awal sampai nyambung merupakan rangkaian sejarah lahirnya dunia di Kuningan,” katanya.

Selain karnaval, konsep pameran pembangunan juga mengalami perubahan. Pemkab Kuningan mengarahkan kegiatan tersebut menjadi Pameran Kerajaan Kopi Kuningan dengan mengangkat potensi kopi daerah yang saat ini dinilai sedang berkembang.

Menurut Dian, pengembangan potensi kopi juga akan dipadukan dengan unsur budaya atau culture. Dengan begitu, pameran tidak hanya menampilkan hasil pembangunan, tetapi juga memperkenalkan produk unggulan dan kekayaan budaya Kuningan kepada masyarakat.

“Termasuk pameran pembangunan, hari ini kita rubah konsepnya menjadi Pameran Kerajaan Kopi Kuningan, mengangkat potensi kopi yang sekarang memang lagi bagus, sekaligus culture,” ungkap Dian.

Terkait anggaran, Dian memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan rangkaian Hari Jadi Kuningan. Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan penghematan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan.

“Untuk anggarannya sudah disiapkan. Masa tidak ada anggarannya, kan ada. Walaupun memang kita besok melakukan penghematan,” pungkasnya. (raqib)