Wakil Ketua MPR RI Wudu di Sumur Tujuh

KUNINGAN (MASS) – Dalam kunjungannya ke Kuningan, Wakil Ketua MPR RI Dr H Jazilul Fawaid SQ MA tidak melewatkan petilasan Prabu Siliwangi. Lokasinya berada di Desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana, tepatnya di obyek wisata Cibulan.

Kedatangannya Selasa (15/9/2020) sore disambut para kader PKB Kuningan yang diketuai H Ujang Kosasih MSi. Bersama rombongan, Jazilul Fawaid yang juga menjabat wakil ketua umum DPP PKB tersebut langsung memasuki obyek wisata.

Sambil berjalan melintasi kolam renang Cibulan, Jazilul mendapat penjelasan dari pengelola Cibulan kaitan dengan ikan dewa. Sejarah Cibulan pun dipaparkan seraya diarahkan untuk memasuki kramat sumur tujuh dan petilasan Prabu Siliwangi.

Ketujuh sumur yang ada, dicoba oleh Jazil, sapaan pendeknya. Bahkan di semua sumur, Jazil berwudu karena kebetulan belum melaksanakan salat ashar. Di sumur yang dibolehkan untuk meminumnya, Jazil pun mencoba minum.

Usai salat ashar, baru kemudian ia bersama rombongan memasuki ruangan petilasan Prabu Siliwangi. Setelah keluar dari pintu kramat sumur tujuh, Jazil memegang ikan dewa dan menciumnya.

“Saya lagi keliling Jabar menjelang momentum pilkada. Sedangkan ke Kuningan memang tak ada momen politik, tapi saya menghargai khazanah budaya di tatar Pasundan yang dimulai Prabu Siliwangi. Makanya saya ke sini,” tutur Jazil kala ditanya jurnalis perihal kunjungannya.

Komentarnya soal sumur tujuh, situs tersebut dipercaya dengan 7 kekuatan. Namun ia mengakui, kaum milenial akan menilai mistik terhadap hal itu.  

“Yang kita pentingkan spiritnya. Manusia harus punya kejayaan, kemudahan, perencanaan, kemuliaan, ada tujuh. Semua nilai-nilai tersebut jadi sumber kebahagiaan. Jaya tapi sakit terus kan gak bahagia. Makna itu yang penting,” imbuhnya.

Yang jelas, sambung Jazil, ia ke sumur tujuh guna memastikan bahwa itu ada. Ia berharap keberadaannya memberikan tambahan berkah khususnya untuk masyarakat Kuningan.

Ditanya bagaimana rasanya setelah mencoba air sumur tujuh, Jazil menjawab segar dan adem. “Rasa di lidah. Kalau rasa di hati, memiliki semacam spirit bahwa kita selama ini minum dari air Indonesia maka harus berjuang untuk Indonesia,” tandasnya.

Spirit lainnya, tambah Jazil, ia harus bersyukur menjadi bangsa yang besar. Maka harus memiliki tekad membangun bersama. “Air itu kekayaan Indonesia yang luar biasa. Tapi kadang belum diolah dengan baik dan penghargaan terhadap air itu kurang,” ungkapnya. (deden)