Peringati Hari Harimau Sedunia, Mahakupala KSK dan COP Lakukan Edukasi Masyarakat saat CFD

KUNINGAN(MASS) – Bertepatan dengan Hari Harimau Sedunia 2026 pada Minggu (2/8/2026), Mahasiswa Kehutanan Pencinta Alam (Mahakupala) dan Kelompok Studi Konservasi (KSK) berkolaborasi dengan Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar aksi edukasi publik di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi serentak yang digelar di 15 kota di Indonesia sebagai bentuk kampanye penyelamatan satwa liar, khususnya Harimau Sumatera.

Koordinator lapangan, Maulana Ibrahim, mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang kini berstatus Kritis (Critically Endangered).

Menurutnya, populasi Harimau Sumatera di alam liar diperkirakan tersisa kurang dari 600 ekor. Kondisi itu menjadi peringatan agar Indonesia tidak kembali kehilangan spesies harimau seperti yang terjadi pada Harimau Jawa dan Harimau Bali yang telah punah.

“Harimau Sumatera adalah harimau terakhir yang dimiliki Indonesia. Karena itu, perlindungan habitat dan penghentian perburuan harus menjadi perhatian bersama agar nasibnya tidak sama seperti Harimau Jawa dan Harimau Bali,” ujar Maulana.

Kegiatan tersebut juga menyoroti maraknya pemasangan jerat liar di kawasan hutan, mulai dari Aceh hingga Lampung. Jerat tersebut dinilai menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatera dan satwa liar lainnya.

“Selain mengangkat isu harimau, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian hutan dan satwa liar di Kabupaten Kuningan. Salah satu satwa yang menjadi perhatian adalah Macan Tutul Jawa atau Macan Kumbang,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembagian leaflet edukasi, penggalangan dukungan masyarakat, serta penyampaian orasi ilmiah mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi satwa yang terancam punah.

“Melalui aksi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kelestarian hutan dan satwa liar dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga habitat alami agar satwa langka Indonesia tetap lestari untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (raqib)