PBB Lunas 100 Persen Sejak Mei, Pemdes Muncangela Tagih Janji Hadiah Sri Baduga untuk Perbaikan Jalan

KUNINGAN(MASS) – Di tengah masih besarnya tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) desa-desa se-Kabupaten Kuningan, Desa Muncangela Kecamatan Cipicung justru menunjukkan hal sebaliknya. Pemerintah Desa (Pemdes) Muncangela mengonfirmasi target setoran PBB di desanya telah rampung 100 persen sejak pertengahan tahun ini.

Ketaatan pajak masyarakat Desa Muncangela tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Muncangela, Enco Carsa. Pada kuninganmass.com, ia menyebutkan kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban PBB memang tergolong sangat tinggi dan selalu menjadi tradisi setiap tahun.

Untuk tahun 2026 ini, pelunasan PBB di desanya telah rampung sepenuhnya pada bulan Mei, meskipun sedikit mengelami pergeseran waktu dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Muncangela sudah lunas 100 persen sejak bulan Mei tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya juga pasti lunas, biasanya bulan April sudah lunas, namun tahun ini agak ngaret satu bulan,” ujarnya saat diwawancarai oleh Kuninganmass.com Selasa (3/11/2026).

Kecepatan dan kedisiplinan dalam pelunasan pajak tersebut membawa Desa Muncangela berhasil menyabet penghargaan khusus tingkat provinsi, yakni penghargaan desa tercepat pelunasan pajak Sri Baduga.

Penghargaan tersebut sebelumnya menjanjikan alokasi hadiah atau reward khusus bagi desa-desa yang berhasil melunasi PBB secara cepat. Ia menyebutkan rencananya hadiah penanganan infrastruktur tersebut bakal dialokasikan Pemdes Muncangela untuk membiayai proyek perbaikan jalan desa yang rusak.

Namun, Enco mengungkapkan ada yang mengganjal di hari lantaran janji realisasi reward program Sri Baduga tersebut hingga kini belum kunjung direalisasikan.

“Sebelumnya kami mendapatkan penghargaan desa paling cepat membayar pajak Sri Baduga. Ada janji hadiah atau reward bagi desa yang melunasi pajak dengan cepat, namun hal tersebut belum kunjung didapatkan,” tandasnya.

Keterlambatan pencairan hadiah ini, diakuinya menimbulkan beban moral bagi jajaran pemerintah desa di mata warga masyarakat. Pasalnya, rencana perbaikan jalan desa yang bersumber dari hadiah pajak tersebut sudah terlanjur disosialisasikan secara terbuka kepada seluruh warga Desa Muncangela.

“Kami berharap janji realisasi dari reward tersebut bisa dilaksanakan untuk memperbaiki jalan desa. Ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat, kalau belum kunjung dijalankan akan mendapatkan tanggapan yang tidak bagus dari warga,” pungkasnya. (raqib)