KUNINGAN (MASS) – Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PTKIS Tahun 2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam swasta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim visitor Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. H. Wawan Hermawan, M.Ag., dan Dr. Acep Komarudin, M.Ag. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd. Al-Hafidz, Ketua STISHK Kuningan, Dr. Mualim, S.Pd.I., M.A., serta jajaran pimpinan STISHK Kuningan.
Dalam sambutannya, Ketua STISHK Kuningan, Dr. Mualim, S.Pd.I., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan tim Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Ia menyebut Kopertais sebagai orang tua sekaligus mitra pembinaan bagi PTKIS. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana memperoleh arahan dan pendampingan dalam pengembangan institusi.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan perkembangan STISHK Kuningan, mulai dari grand design pengembangan yayasan, pelaksanaan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), perkembangan pengajuan akreditasi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah melalui SAPTO BAN-PT, akreditasi institusi, hingga peningkatan jabatan fungsional dosen.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd. Al-Hafidz, menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan tim visitor, khususnya Prof. Dr. H. Wawan Hermawan, M.Ag., yang telah lama dikenal sejak masa PGA. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Wawan dan Dr. Acep Komarudin atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan kepada STISHK Kuningan.
Dalam sambutannya, KH. Mu’tamad memaparkan sejarah perjalanan Yayasan Husnul Khotimah serta visi besar pengembangan lembaga ke depan. Yayasan memiliki grand design pengembangan yang mencakup perluasan pondok pesantren, transformasi sekolah tinggi menjadi universitas, hingga rencana pendirian rumah sakit.
Ia juga menjelaskan pengembangan unit-unit bisnis berbasis wakaf sebagai bentuk pengelolaan amanah para wakif dan pembina. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat. Pihak yayasan berharap mendapatkan bimbingan dan masukan dari Kopertais agar cita-cita besar para wakif dan pembina dapat diwujudkan.
Dalam arahan tim visitor, Prof. Dr. H. Wawan Hermawan, M.Ag., menekankan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bukan sekadar agenda administratif, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, pembinaan, dan penguatan hubungan antara Kopertais dengan PTKIS. Monev menjadi momentum untuk mencocokkan antara ketentuan dan kebijakan yang telah digariskan dengan implementasi nyata di lingkungan perguruan tinggi.
Selanjutnya, Dr. Acep Komarudin, M.Ag., yang memiliki bidang keahlian akademik dan kelembagaan, menyampaikan pentingnya penguatan tata kelola dan mutu kelembagaan PTKIS. Ia menjelaskan berbagai upaya pembinaan Kopertais, di antaranya akselerasi akreditasi program studi, pengembangan kelembagaan, peningkatan jabatan fungsional dosen, serta fasilitasi sertifikasi dosen.
Ia juga menegaskan bahwa aspek sumber daya manusia, khususnya dosen, menjadi salah satu perhatian utama dalam monitoring dan evaluasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi ketersediaan dosen sesuai kebutuhan program studi, kesesuaian kualifikasi akademik, ketepatan status dan homebase dosen dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), kepemilikan jabatan akademik, serta sertifikat pendidik sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, STISHK Kuningan diharapkan dapat terus melakukan pembenahan dan pengembangan, baik dalam aspek akademik, kelembagaan, maupun sumber daya manusia. Arahan dan masukan dari tim visitor menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi PTKIS Kopertais Wilayah II Jawa Barat Tahun 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Kopertais, yayasan, dan perguruan tinggi guna mewujudkan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang unggul, berkualitas, dan berkelanjutan. (deden/AB)
