Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

New Normal: Apa Kabar Barisan Pencari Kerja & Anggota Tuna Asmara?

KUNINGAN (MASS) – Babak baru kehidupan manusia kembali di mulai. Setelah berperang melawan virus dengan cara menghindar (Social Distansing), kini dipaksa berdamai dengan virus. Meskipun sebenarnya kita gak tau virusnya mau diajak damai atau engga. Era New Normal atau Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) membuat aktivitas masyarakat di luar rumah kembali ramai. Pabrik-pabrik kembali beroperasi, karyawan kembali ke kantor lagi, hanya sekolah dan masjid yang kembali masih sepi.

Kita ketahui bersama, Coronavirus Disease (Covid-19) telah banyak melahirkan derita-derita baru. Covid-19 telah berhasil menyerang kesehatan warga di seluruh dunia. Dia juga (si kopid) berhasil melumpuhkan aktivitas ekonomi suatu bangsa. Akibat Covid-19 banyak perusahaan yang memutuskan hubungan dengan karyawannya (PHK). Selain dampak kesehatan dan ekonomi, bagi sebagian anak muda, Covid-19 berimbas pada keberlangsungan kisah cintanya. Akibat tidak kuat menjalin hubungan tanpa pertemuan (LDR-an), pasangan muda-mudi memilih mengakhiri hubungan walau sudah mencoba setiap hari video-callan.

Sungguh memang benar adanya, corona virus tidak hanya melahirkan jumlah pengangguran terbuka, tetapi juga melahirkan populasi jomblo-jomblo baru yang masih menyimpan luka. Kalau korban PHK, pemerintah sudah mempersiakan solusi dengan menggagas Kartu Prakerja. Lantas bagi korban putus cinta mau di kasih apa? Kartu Anggota Indonesia Tanpa Pacaran? Kartu Anggota Kuningan Tanpa Pacaran?

Konon, kebijakan New Normal ini bertujuan untuk memulihkan kembali sektor perekonomian.Tentu segala aktivitasnya tetap dengan memperhatikan standar protokol kesehatan. Kabupaten Kuningan sebagai wilayah yang dinyatakan sebagai kawasan zona biru oleh Pemdaprov Jawa Barat sudah diizinkan menerapkan kebijakan AKB. Merespon hal itu, Pemerintah Kab.Kuningan mengeluarkan kebijakan dengan membuka kembali Objek Daya Tarik Wisata (ODTW). Kegiatan relaunching ODTW dilaksanakan serentak di beberapa lokasi wisata yang potensial.

Kabar dibuka kembali objek wisata membuat sumringah pelaku usaha di sekor pariwisata, tidak terkecuali bagi sebagain anak muda. Dengan dibukanya objek wisata, mereka bisa sedikit mengobati rindu,karena saat PSBB mereka jarang ketemu. Alhasil, ditempat saya tinggal saja yang objek wisatanya ada 6 tempat, bisa kedatangan 1000 wisatawan di akhir pekan (kebanyakan anak muda). Saya berhusnudon, langkah Pemda Kab.Kuningan membuka wisata selain untuk memulihkan ekonomi warganya, juga untuk memulihakan hubungan cinta anak mudanya.

Akan tetapi, kabar dibuka kembali objek wisata tidak berbarengan dengan kabar dibukanya lowongan pekerjaaan di Kabupaten Kuningan. Dari sekian kebijakan alokasi anggaran penanganan Covid-19 yang masih di dalam polemik transparansi anggaran, belum banyak program yang dapat memperkerjakan kembali korban-korban PHK. Terlebih program yang dapat memulihkan asa para anak muda korban PHP yang sedang mencari kerja. Saya tidak melihat adanya program Pemda Kab.Kuningan untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau sebatas membekali soft skill anak-anak muda/pencari kerja dengan pelatihan, workshop dll.

Dear Bapak/Ibu Pejabat Kab.Kuningan, Bapak/Ibu wajib tahu, urusan terpenting bagi anak muda itu ada dua, pasangan dan pekerjaan. Barangsiapa yang bisa memenuhi kebutahan anak muda, maka setengah dari jumlah total suara pemilu bisa jadi milik anda, maka kemajuan pembangunan akan begitu terasa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saya pernah bertanya kepada beberapa teman yang baru lulus kuliah (freshgraduate) tentang bagaimana peluang mencari pekerjaan di Kab. Kuningan. Jawabanya ternyata hampir sama, sulit mencari kerja di Kuningan. Kesulitan yang dirasakan oleh sebagian teman saya cukup beralasan, mengingat ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah angkatan kerja di Kab. Kuningan cukup timpang. Berdasarkan data dari (Disnakertrans) Kab. Kuningan Tahun 2019, tercatat, jumlah penduduk usia kerja tahun 2018 sebanyak 787.905 orang. Dengan rincian angkatan kerja 420.935 orang, penduduk yang bekerja 357.843 orang, dan pengagguran terbuka sebanyak 63.092 orang. (Sumber: DialektikaKuningan.com).
Dear pencari kerja, 63.092 orang pengangguran terbuka adalah jumlah pengagguran before corona, belum ditambah dengan korban-korban PHP PHK. After corona bisa jadi jumlah pengagguran terbuka terus bertambah, bertambah dan bertambah. Itu artinya persaingan untuk mencari pasangan pekerjaan semakin kompetitif.

Di era New Normal dan kondisi yang serba cepat berubah. Sudah bukan saatnya, menunggu belas kasih, menunggu program-program dari Pemerintah Daerah. Sudah saatnya, Diri kita sendiri yang mencoba untuk berubah. Bisa jadi, kesulitan mendapatkan pekerjaan bukan karena faktor ketidakadaanya lapangan pekerjaan, akan tetapi ketidaksiapan kita dalam memasuki dunia kerja. Saya teringat dengan qoute bijak dari ukhti wa akhi fillah yang akan memutuskan untuk segera hijrah, nikah.

“Jodoh itu cerminan diri, jangan sibuk mencari jodoh, tetapi sibuklah memantaskan diri agar kelak berjodoh.”. Pantaskan dirimu, maka jodoh akan datang padamu,maka bisa jadi untuk urusan kerja pun sama, pantaskan dirimu maka kerjaan akan datang padamu. Sembari menunggu peluang kerja itu datang, ada baiknya kita terus meingkatkan soft skill dan terus fokus belajar agar menguasai bidang yang kita inginkan. Apabila sudah waktunya, bukan tidak mungkin pekerjaan yang melamar kita bukan lagi kita yang melamar pekerjaan.***

Penulis: Fudzi Hanafi (Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Babak baru kehidupan manusia kembali di mulai. Setelah berperang melawan virus dengan cara menghindar (Social Distansing), kini dipaksa berdamai dengan virus....

Anything

KUNINGAN (MASS) – Banyak peraturan bagi perantau yang akan kembali ke tempat usaha  di kota-kota besar membuat mereka merasa dipersulit, sehingga hal ini membuat...

Government

KUNINGAN (MASS)- New normal merupakan tema yang banyak diperbincangkan warga dimana-mana termasuk warga Kuningan. Jawa Barat (Jabar) sendiri menjadi salah satu provinsi yang bersiap...

Advertisement