MASTA ORTOM UM Kuningan Kenalkan Ragam Jalur Pengembangan Diri bagi Mahasiswa Baru

KUNINGAN (MASS) – Memasuki lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berarti memulai perkuliahan. Bagi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan), masa awal perkuliahan juga menjadi kesempatan untuk menemukan ruang belajar di luar kelas melalui organisasi kemahasiswaan.

Kesempatan ini diperkenalkan melalui Masa Ta’aruf Organisasi Otonom (MASTA ORTOM) UM Kuningan, Selasa (15/9/2025). Mengusung tema “Menguatkan Ideologi, Solidaritas, dan Sinergi Kader untuk Mewujudkan Generasi Muhammadiyah yang Berkemajuan”, kegiatan ini memperkenalkan sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah kepada mahasiswa baru.

Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) hadir dengan karakter serta aktivitas masing-masing. Tidak hanya melalui pemaparan, mahasiswa baru juga diajak melihat langsung kemampuan para anggota yang ditampilkan setelah melalui proses latihan selama beberapa pekan.

Cara itu membuat pengenalan organisasi menjadi lebih konkret. Mahasiswa baru dapat melihat setiap organisasi menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari kedisiplinan dan keterampilan, aktivitas kepemimpinan, pengembangan intelektual, hingga penguatan solidaritas dan keberanian.

Dengan demikian, MASTA ORTOM tidak semata menjadi agenda pengenalan organisasi. Kegiatan tersebut menjadi semacam ruang awal bagi mahasiswa untuk mempertimbangkan bidang yang ingin mereka tekuni selama menjalani kehidupan kampus.

Di tengah proses tersebut, kaderisasi menjadi salah satu perhatian utama. Kehadiran Pimpinan Muhammadiyah dalam kegiatan MASTA ORTOM menunjukkan bahwa proses pengenalan organisasi mahasiswa juga dipandang sebagai bagian dari kesinambungan kader di lingkungan Muhammadiyah.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Hermawan, MSi menekankan pentingnya kualitas pribadi dalam menjalankan kepemimpinan organisasi.

“Jadilah kader yang tegas, memiliki integritas, dan berkualitas. Khususnya para pimpinan komisariat, harus menjadi tonggak kepemimpinan untuk menyiapkan pemimpin generasi berikutnya,” ujarnya.

Menurut Hermawan, proses berorganisasi semestinya tidak berhenti pada aktivitas dan jabatan. Mahasiswa perlu membangun kompetensi serta menunjukkan kualitas melalui sikap dan tindakan nyata.

“Bangun kompetensi dalam diri. Tunjukkan kualitas melalui perkataan, perbuatan, dan tindakan nyata. Para pimpinan juga harus mampu memberikan energi positif kepada juniornya agar terjadi perubahan yang baik dan lahir generasi emas,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pimpinan Cabang IMM, Roy Aldilah, Ketua PDNA Kabupaten Kuningan, Dede Sartika MPd, Ketua Umum UKM HW Kafilah UM Kuningan, Rey Rahma Wijaya,
serta Ketua Umum UKM Tapak Suci, Giwang Purnama. Hadir pula Ketua Umum PK Djazman Al-Kindi, Ridho Juliano,dan Ketua Umum PK Djarnawi Hadikusuma, Ridho Juliano.

Keberadaan berbagai organisasi ini menunjukkan beragamnya pilihan ruang belajar yang dapat dimanfaatkan mahasiswa UM Kuningan. Masing-masing memiliki karakter dan bentuk kegiatan yang berbeda, namun sama-sama menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman, kemampuan, dan kepemimpinan mahasiswa.

Bagi mahasiswa baru, MASTA ORTOM menjadi langkah awal untuk mengenali pilihan tersebut. Setelah mengetahui karakter setiap organisasi, mereka memiliki ruang untuk menentukan tempat berproses sesuai minat, potensi, dan tanggung jawab yang ingin dikembangkan selama berada di kampus.

Pada akhirnya, pengalaman berorganisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang aktif, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan bekerja bersama, memimpin, mengambil keputusan, serta berkontribusi di tengah masyarakat. (didin)