KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr Elon Carlan, menjawab kekhawatiran akan TGR (Tuntutan Ganti Rugi) yang sempat menimpa lembaga yang dipimpinnnya di tahun-tahun sebelumnya. Bukan tanpa alasan Elon ditanya hal tersebut, pasalnya tahun ini dan rencananya tahun depan, Kabupaten Kuningan akan terus diguyur bantuan revitalisasi sekolah untuk tingkat PAUD, SD dan SMP.
Elon sendiri ditanya potensi TGR seperti tahun sebelumnya, sesuai temuan BPK, dalam Podacast Kuningan Mass yang tayang di YouTube baru-baru ini. Elon mengatakan, tahun 2026 ini total bantuan untuk sekolah di Kabupaten Kuningan mencapai Rp 167 Milliar.
“Jadi kan makin banyak uang masuk, tuh makin berat tugas monitoring evaluasi kita ya, kalau 100% hilang itu enggak mungkin, tapi paling tidak dapat diminimalisir lah dengan pola apa? Sosialisasi yang masif, pengawasan yang berjenjang kan begitu, semua dilibatkan dari mulai pejabat terkait di dinas, pengawas, kemudian juga pak camat ya, kita libatkan semua untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan yang sifatnya dilaksanakan oleh panitia pembangunan sekolah begitu,” bebernya.
Ia mengamini, meski pengawasan berjenjang, potensi TGR tidak mungkin sepenuhnya hilang. Namun setidaknya, kata Elon, tahun ini TGR itu bisa diminimalisir, karena kan sudah diketahui penyebabnya kenapa tahun sebelumnya bisa TGR yang begitu besar. Karenanya ada upaya preventifnya yang bisa dilakukan di tahun sekarang.
Untuk kasus yang mengharuskan TGR kemudian, Elon bilang banyak factor. Panitia pembangunan sekolah itu manusia, tentu sifatnya heterogen, macam-macam, dan itu juga bisa menjadi penyebab. Ia tak menampik bisa saja ada yang nakal diantara panitia, dia punya power misalnya, yang membuat kepala sekolah enggak berdaya akhirnya terjadi penyimpangan, atau sebab lainnya.
Atau terkadang bisa juga karena kurangnya koordinasi, misal membangun dulu nanti kalau tidak sesuai dengan RAB, harusnya di akhirnya, konsultan melakukan penyesuaian. Lebih sederhanya, ada perubahan tapi perencananya tidak dirubah, akhirnya malah jadi temuan BPK.
Sebelumnya, Dr Elon Carlan menjelaskan panjang lebar tentang tugas diembannya sesuai amanah dari Bupati-Wabup Kuningan yang tertera di RPJMD, targetnya 1.000 sekolah diperbaiki dalam 5 tahun kepemimpinan Dian-Tuti. Elon nampak optimis hal itu bisa terwujud. Apalagi, berkat ikhtiar Pemkab Kuningan melalui Disdikbud, Kuningan mendapat banyak bantuan perbaikan sekolah, revitalisasi.
Angka-angkanya memang menunjukkan optimisme Elon tidak berlebihan. Dari total 650 SD, tahun 2026 ini saja yang mendapat bantuan mencapai 250 unit, dan di tahun depan Elon mengklaim sudah masuk kouta bantuan perbaikan sekitar 400 unit sekolah untuk semua jenjang, PAUD, SD dan SMP.
“Artinya di 2028 itu PAUD, SD, SMP dari sisi fisik sudah bagus semua, jadi kita tinggal berpikir soal mutu aja kedepanan, gitu. Selesailah sebelum tahun 2030 juga,” kata Elon optimis. (eki)
