KUNINGAN (MASS) – Euforia keberhasilan Pesik Kuningan promosi ke Liga 3 kini dibayangi persoalan pendanaan. Hingga kini, kepastian anggaran untuk mengarungi kompetisi musim depan masih belum jelas.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pecinta sepak bola Kuningan, termasuk kabar mengenai kemungkinan perubahan kepemilikan klub apabila dukungan finansial tak kunjung didapat.
Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono mengakui saat ini manajemen masih terus berupaya mencari sumber pendanaan agar tim tetap bisa mengikuti kompetisi Liga 3.
“Alhamdulillah kita lagi berikhtiar. Pak Bupati juga sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam hal ini, beliau selaku pembina Pesik Kuningan tidak akan tinggal diam. Berlangsungnya kompetisi ini tentu membutuhkan dukungan beliau, walaupun ada pihak ketiga, kuncinya tetap ada di beliau,” tutur Nono saat diwawancarai Kuninganmass.com via telepon, Kamis (23/7/2026).
Di sisi lain, belum adanya kepastian sponsor menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, langkah Pesik Kuningan menghadapi kompetisi berpotensi menemui kendala.
Nono mengatakan dirinya bahkan tengah berada di Jakarta untuk melakukan berbagai upaya mencari dukungan. Menurutnya, hingga saat ini manajemen masih berusaha agar Pesik tetap dapat berlaga di Liga 3.
“Kita kan harus ikhtiar. Saya lagi di Jakarta ini untuk terus mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi ironi. Setelah sukses mencatat sejarah dengan promosi ke Liga 3, Pesik justru dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan finansial yang mengancam kesiapan tim menghadapi musim baru.
Publik kini menunggu langkah konkret dari seluruh pihak terkait, baik pemerintah daerah, sponsor, maupun stakeholder sepak bola di Kabupaten Kuningan. Kepastian dukungan dinilai menjadi penentu apakah Pesik mampu melanjutkan perjuangannya di Liga 3 atau kembali terhambat oleh persoalan pendanaan. (raqib)