KUNINGAN (MASS) – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kuningan pada tahun 2027 mendatang, wacana baru muncul dalam pelaksanaanya.
Bukan dicoblos ataupun dicoret kertas seperti biasa, pemilihan kuwinya justru akan dilakukan menggunakan perangkat digital.
Jika terwujud, ini jadi terobosan penyaluran hak suara di Indonesia. Karena untuk Pemilu lain, baik legislatif atau eksekutif daerah maupun nasional, belum ada wacana serupa.
Namun di balik itu, ada kekhawatiran kesiapan sarana prasarana Pilkades serentak berbasi digital. Kekhawatiran itu dijawab langsung Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Kuningan, Hamdan Harismaya.
“Dari sisi perhitungan efisiensi dan efektivitas waktu memang Pilkades digital lebih efektif dan efisien dibanding Pilkades biasa,” kata Hamdan, baru-baru ini.
Dalam prakteknya nanti, Pilkades digital tetap dilakukan di TPS, hanya saja tidak pakai kertas melainkan mellaui tablet yang hasilnya bisa langsung terdeteksi di sistem.
Ditanya keamanan, jaringan yang akan digunakan menggunakan intranet, terbatas area TPS. Sarana prasarana itu akan disiapkan oleh pihak ketiga.
Wacana Pilkades serentak sendiri, kata Hamdan, merupakan mandat dari Pemprov Jawa Barat. Anggarannya, APBD Kuningan pun akan menanggung.
Dalam wawancara, H Hamdan Harismaya bilang bahwa sesuai jadwalnya, Pilkades serentak 2027 rencananya akan diikuti oleh 198 desa yang tersebar di 32 kecamatan.
Pelaksanaan tahapan Pilkades, lanjut Hamdan, rencananya akan dimulai sekitar bulan Juni, dan berakhir pada bulan Desember 2027 nanti. (eki)