KUNINGAN (MASS) – Lima belas sepeda motor yang diamankan dalam penindakan dugaan balap liar kini disita dan ditempatkan di Mako Polres Kuningan, Jalan RE Martadinata, Ancaran, Kabupaten Kuningan, Rabu (23/9/2026).
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S I K, M H, mengatakan kendaraan yang diamankan tidak serta-merta dapat langsung dikembalikan kepada pemiliknya. Polisi terlebih dahulu akan melakukan pendalaman terhadap kendaraan maupun keterlibatan pemiliknya dalam dugaan balap liar.
“Proses pengembaliannya kita dalami dulu. Kalau terindikasi ada kaitannya dengan hasil kejahatan, mungkin akan diproses. Tapi kalau hak milik pribadi, kita kenakan penilangan,” tuturnya saat diwawancarai Kuninganmass.com di Mako Polres Kuningan, Rabu (23/9/2026).
Selain penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, polisi juga masih mendalami peran masing-masing orang yang terlibat. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui apakah hanya ikut-ikutan atau memiliki peran lain, termasuk sebagai pihak yang memprakarsai balap liar.
“Kalau pelakunya di atas 18 tahun berarti dikenakan hukuman juga, sementara pasal penilangan, juga kita dalami sebagai apa, apakah dia pemrakarsa atau apa, itu kita dalami,” ujarnya.
Bellen juga memastikan hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya indikasi penggunaan alkohol maupun narkoba. Pemeriksaan urine terhadap pihak yang diamankan menunjukkan hasil negatif.
“Sampai saat ini negatif. Kemarin kita cek urine, negatif alkohol atau narkoba belum ada indikasi ke sana,” katanya.
Menurut Bellen, kegiatan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan hobi otomotif yang dimiliki anak-anak muda. Namun, persoalannya terletak pada tempat dan waktu pelaksanaan yang tidak tepat sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
“Mereka cuman menyalurkan hobi, tetapi tempatnya dan waktunya tidak tepat, ini terindikasi balapan liar,” jelasnya.
Untuk mencegah kegiatan serupa kembali terjadi, Polres Kuningan juga membuka peluang untuk memfasilitasi komunitas otomotif. Polisi akan berkoordinasi dengan komunitas pecinta otomotif dan Pemerintah Daerah Kuningan untuk mencari ruang yang lebih aman bagi anak muda dalam menyalurkan hobi mereka.
“Nanti kita koordinasi dengan beberapa teman komunitas, komunitas pecinta otomotif dan pemerintah daerah. Kita coba fasilitasi bagaimana mereka bisa menyalurkan hobinya,” pungkasnya. (raqib)