KAHMI Kuningan – Hisana Group Bangun Sinergi: Dari Nilai Ihsan Menuju Energi Kebermanfaatan

KUNINGAN (MASS) – Semangat kolaborasi berbasis nilai keislaman dan pemikiran progresif menjadi sorotan dalam diskursus strategis yang digelar sederhana oleh KAHMI Kuningan bersama Hisana Group, di Kuningan, Jumat (24/4/2026).

Mengangkat tema besar “Materi Bukan Tujuan, Tapi Energi untuk Mensukseskan Orang Lain”, diskusi menghadirkan dua narasumber utama: Koordinator Presidium KAHMI Kuningan, H. Heri Purnama, dan pengusaha Hisana Group, H. Tatang.

Dalam pemaparannya, H. Tatang menegaskan bahwa landasan utama sinergi ini berakar pada prinsip luhur dalam Islam, yaitu “Al Jazaul Ihsan Illal Ihsan” bahwa kebaikan hanya akan dibalas dengan kebaikan yang lebih besar.

Ia menekankan bahwa konsep ini bukan sekadar nilai spiritual, tetapi dapat diterjemahkan menjadi strategi sosial-ekonomi.

“Ketika kita membantu orang lain naik kelas, sesungguhnya kita sedang membangun ekosistem keberkahan. Ini bukan kehilangan sumber daya, tapi investasi nilai yang akan kembali dalam bentuk yang lebih luas,” ujarnya.

Diskursus ini tidak hanya berhenti pada pendekatan normatif, tetapi juga mengaitkan nilai keislaman dengan perspektif ilmiah modern.

Konsep E = mc² yang diperkenalkan oleh Albert Einstein menjadi analogi utama dalam memahami transformasi peran materi.

H. Tatang, sebagai pelaku usaha, menjelaskan bahwa dalam dunia bisnis, materi (modal, aset, keuntungan) tidak seharusnya berhenti sebagai akumulasi, tetapi harus diubah menjadi ‘energi sosial’.

“Seperti dalam rumus Einstein, massa bisa berubah menjadi energi yang sangat besar. Dalam konteks kita, materi yang dikelola dengan visi ihsan bisa berubah menjadi kekuatan pemberdayaan: membuka lapangan kerja, membina UMKM, dan mengangkat ekonomi umat,” jelasnya.

Lebih jauh, diskursus ini juga menyinggung prinsip dalam fisika bahwa tekanan dapat menghasilkan energi potensial. Dalam konteks sosial, tekanan hidup, tantangan ekonomi, dan keterbatasan justru dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi dan solidaritas.

Sementara, Koordinator Presidium KAHMI Kuningan Heri Purnama melihat bahwa peran alumni bukan hanya sebagai individu sukses, tetapi sebagai katalisator perubahan.

Hisana Group, lanjutnya, diposisikan sebagai mitra strategis yang memiliki kapasitas nyata dalam menggerakkan ekonomi berbasis jaringan usaha.

Menurut Heri, sinergi ini diarahkan pada beberapa fokus utama diantaranya pemberdayaan ekonomi kader HMI, pengembangan usaha berbasis kemitraan,  distribusi kebermanfaatan melalui jejaring bisnis dan embinaan generasi muda wirausaha.

Diskursus sendiri membawa kesepahaman bahwa kolaborasi bukan sekadar kerja sama formal, tetapi gerakan nilai. Ketika materi diposisikan sebagai alat, dan ihsan sebagai orientasi, maka lahirlah energi besar yang mampu menggerakkan perubahan.

“Ini bukan sekadar bisnis, ini adalah gerakan peradaban,” pungkas H. Heri Purnama.

Di akhir, ia menegaskan bahswa sinergi KAHMI Kuningan dan Hisana Group diharapkan menjadi model kolaborasi yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga transformatif secara sosial dan spiritual mewujudkan kebaikan yang terus berlipat dalam kehidupan umat. (eki)