Perjalanan Menguji Nyali Bersama Fotografer Hantu

KUNINGAN (MASS) – Perjalanan kuninganmass.com kali ini berbeda dari perjalanan sebelumnya. Tepat pukul 22.30 WIB , kuninganmass.com ikut berkumpul dengan sebuah komunitas unik, Fotografer Hantu Kuningan.

Sebuah komunitas yang memang mewadahi para anggotanya, untuk ‘hunting’ foto makhluk tak kasat mata.

Malam itu, Sabtu (12/9/2020) ada sekitar 7-10 orang yang berkumpul. Terhitung bersama kuninganmass.com yang berisikan dua kru.

Kami berkumpul bundaran bola dunia, Jalan Purwawinangun-Cirendang. Di tempat tersebut terkenal dengan makam China.

“Rencananya, kami akan ‘hunting’ foto di komplek pemakanan China,” ujar Agi, pendiir komunitas.

Sekitar jam 11 malam, semua angota yang berencana ikut, sudah berkumpul. Kami masuk ke area pemakaman dengan menggunakan penerangan seadanya.

Ada yang hanya menggunakan HP, ada juga yang mengandalkan penerangan dari kamera.

Tentu saja, sebelumnya kuninganmass.com diperkenalkan dengan para anggotanya. Ada Eko misalnya, yang khas dengan kesantriannya.

Berpeci dan sarung. Lelaki berkacamata itu, pentolan yang dianggap paling bisa ‘menjaga’ semuanya.


Ada juga anak SMP, badannya kecil namun memiliki kelebigan ‘indigo’. Ada juga anggota lainnya yang selalu siap siaga dengan recording, serta lensa untuk menangkap gambar.

Awal memasuki komplek, ada sedikit tekanan yang dirasakan. Tentu saja, pengalaman ‘sengaja’ hunting foto hantu ini adalah pertama kalinya bagi dua kru kuninganmass.com.

Untungnya, suasana segera membaik karena letak pemakaman memang di pinggir jalan raya. Meski sepi, sesekali terdengar bahkan terlihat, lampu dari kendaraan yang berlalu lalang.

Awal-awal, kru kuninganmass.com sudah dikejutkan dengan Eko yang baru saja menyalakan dupa dan membaca semacam do’a-do’a dengan geraknya yang unik, tiba-tiba mengambil sesuatu.

Setelah tangannya diarahkan ke tanah, dan kembali diangkat, entah darimana ada sebuah cincin ali dengan batu yang ketika dibersihkan, mengkilap.

Hal serupa juga dilakukan selang beberapa menit di titik yang berbeda. Untuk kedua kalinya, di tempat yang lebih dekat dengan makam. Kali ini, yang diambilnya semacam sobekan kain putih. Menyerupai tali kafan.

Perjalanan diteruskan dengan semacam ‘penerawangan’. Ditunjukannya beberapa titik yang katanya, terdapat makhluk astral. Jepretan kamera berlomba mengabadikannya.


Namun kuninganmass.com kurang beruntung, selain dengan kasat mata tidak bisa melihat, di layar kamera pun, karena berbentik video, tidak terlihat apapun.


Perjalanan diteruskan semakin dekat dengan wilayah dengan tumbuhan lebih lebat. Tentu, hanya Eko dan anak SMP yang indigo yang bisa nyambung ketika menunjukan makhluk tak kasat mata. Sisanya hanya berlomba dengan jepretan kamera.


Sayang sekali, pada perjalanan misteri pertama itu, kuninganmass.com harus pulang terlebih dahulu. Hampir jam 12 malam, kuninganmass.com pamit karena ada satu dan lain hal.


Komunitas Hantu Kuningan terus melakukan perjalanan dan hunting foto. Beberapa hasil fotonya, sebelum kuninganmass.com pulang, diperlihatkan pada kami.

Ada yang sekilas sangat mirip dengan makhluk hidup, tapi bukan. Memang, bisa saja itu efek cahaya. Tapi kembali lagi, semua tergantung keyakinan masing-masing.


Dari kabar Agi, hunting baru selesai pukul 2 dini hari. Beberapa hasil foto pun dikirimkan pada kuninganmass.com setelah selesai hunting.


Pada dasarnya, keberadaan makhluk astral memang sulit dibuktikan. Meski begitu, perjalanan kali ini dirasa cukup menyenangkan karena suasana berbeda yang ditawarkan.

Jadi, percaya atau tidak, perjalanan ini lebih bisa dikatakan seru, daripada menyeramkan.

Entah karena memang kru kuninganmass.com tidak ada yang terlatih dalam hal tersebut.

Entah karena memang setiap perjalanan unik, adalah aset pengalaman yang berharga. (eki)