Klarifikasi Insiden Pengibaran Bendera Merah Putih

UNINGAN (MASS)- Insiden putusnya tali bendara pada saat Apel Akbar Hari Santri Nasional ke 4 di lapangan Pandapa Paramartha menjadi perbincangan, terlebih ada aksi heroik dari Ade Syurif naik ke tihang bendera.

Menyikapi hal tersebut Ketia ua Panit Iim Suryahim MPdI yang didampingi  Sekretaris Muhajir Affandi, MIKom memberikan klarifikasi. Sebab, dengan kejadian ditakutkan ada pihak-pihak yang menggap bahwa hal ini ada tindakan sabotase,

Diterangan, dalam pelaksanaan upacara HSN ke-4 seminggu sebelumnya sudah menyiapkan dan melaksanakan latihan bagi petugas upacara, termasuk petugas upacara. Bahkan ditangani langsung oleh PPI Kabupaten Kuningan yang memang menangani hal tersebut.

“H-1 panitia melaksanakan gladiresik, dalam gladiresik dilakukan prosesi pengibaran bendera, semuanya berjalan lancar. Namun pas pelaksanaannya terjadi insiden pengibaran bendera yakni keluarnya tali bendera dari katrolnya yg menyebabkan putaran tali bendera terhenti macet,” ujarnya menjelasakan, Senin (22/10/2018).

Panitia sendiri lanjutnya, mengamati dari dekat penyebab keluarnya tali bendera, ternyata  karena kondisi angin yang menggeser gerakan tali bendera tidak seirama dengan tarikan petugas bendera dari bawah. Akibat arus angin tersebut sehingga tali bendera keluar dari katrolnya.

Diterangkan, atas dasar itu panitia menilai insiden tersebut bukan karena human eror. Namun kondisi alam berupa tiupan angin. Berbicara kondisi alam itu diluar kendali petugas upacara.

Mesksi  bukan karena human eror, panitia  memohon maaf kepada semua pihak atas insiden tersebut. Ini menjadi evaluasi mendalam bagi panitia untuk evaluasi dan antisipasi pelaksanaan upacara HSN kedepannya.

Panitia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pondok pesantrendan, sekolah-sekolah yang telah mengirimkan santri atau siswanya dalam upacara HSN KE-4. Terimakasih juga bagi semua pihak yang turut mensuport dan melaksanakan upacara HSN ke-4 di instansi masing-masing.

“Semoga peringatan HSN ke-4 mampu menebar spirit kedamaian, kesantunan dan kebaikan bagi semua kalangan dan semua golongan,” ujarnya.

Bupati H Acep Purnama sempat angkat bicara mengenai kejadian ini. Bagi dia, itu bukan adanya sabotase tapi kejadian yang diluar kendali manusia.

“Tidak ada apa-apa, itu hanya musibah jangan dihubung-hubungkan dengan yang lain. Saya percaya HSN ini banyak pesan dan makna yang terkadung,” jelas Acep. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com