Innalillahi, Niat Mau Mancing Malah Meninggal Dunia

KUNINGAN (Mass) – Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un, kematian merupakan rahasia ilahi. Begitu juga yang terjadi kepada Ono Tarno Bin Idi Wahyudi warga Dusun Kahuripan 2 RT 06/06 Desa/Kecamatan  Ciwaru.

Pria berumur 47 tahun ini pamit kepada istrinya Jumat (12/5/2017) sekitar jam 15.00 untuk memancing ikan di sungai Luwi Anyar Citaal. Namun, tidak disangka pamit korban ke istrinya itu merupakan pamit yang terakhir. Pasalnya pada jam 18.30 WIB korban ditemukan sudah menjadi mayat di sungai yang tidak jauh dari rumahnya.

Dugaan sementara kematian korban karena menderita penyakit epilepsi. Sehingga ketika kumat korban tidak ada yang menolong dan kecemplung ke sungai.

Dari informasi yang kuninganmass.com peroleh, jasad korban pertama kali  diketahui oleh anaknya yang bernama Sandi (16). Sandi curiga ayahnya belum pulang dari sungai karena sebelum magrib biasanya sudah di rumah.

Ketika Sandi menanyakan terkait bapaknya, dijawab oleh ibunya setelah magrib juga akan pulang. Namun karena penasaran Sandi mencoba mencarinya ke sungai.

Ditengah perjalanan dia berpapasan dengan Encod Warsad (70) yang baru pulang dari sawah. Pada saat itu Sandi langsung menanyakan mengenai bapaknya. Tanpa pikir panjang Enco menunjukkan bahwa bapaknya tengah mancing di sungai Luwi Anyar Citaal.

Setelah mendapatkan petunjuk Sandi pun bergegas. Namun, alangkah kagetnya ketika sampai di tepi sungai bukan melihat ayahnya sedang mancing justru melihat mayat bapaknya sudah terapung.

Sandi pun berteriak histeris dan pulang ke rumah untuk meminta pertolongan ke warga. Tanpa dikomando warga pun langsung bergegas ke sungai untuk membawa pulang jenazah korban.

Istri korban tampak histeris ketika melihat jenazah suaminya dibawa ke rumah. Para kerabat dan tetangga korban mencoba memenangkan istrinya.

Karena keluarga mengetahui bahwa korban menderita epilepsi, maka pihak korban menerima musibah ini dan menolak untuk dilakukan otopsi. Rencananya proses pemakaman korban akan dilakukan pada Sabtu (13/5/2017) pagi karena sudah terlalu malam kalau dipaksakan pada malam ini.

“Iya meninggal dunia di sungai. Almarhum pertama kali ditemukan oleh anaknya. Karena sudah malam maka pemakaman akan dilakukan besok pagi,” ucap Camat Ciwaru Pepen. (agus)   

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com