KUNINGAN (MASS) – Wajah penataan tugu di Kuningan kembali mengalami perubahan. Tugu Bola Dunia yang sempat berdiri di kawasan strategis jalan baru pramuka kini dipastikan bakal diganti dengan Tugu Kuda.
Perubahan bangunan tugu tersebut bukan tanpa alasan, Bupati Dian Rachmat Yanuar sebut langkah ini diambil setelah merespons masukan dan aspirasi yang datang dari warga masyarakat. Ia menyebut tugu lama diganti agar identitas lokal Kabupaten Kuningan sebagai “Kota Kuda” terasa semakin kuat.
“Itu kan pertama bola dunia itu kemarin banyak saran masukan. Waktu pembangunan satu waktu itu saya Kepala Bappeda untuk jalan jalan. Karena memang banyak masukan dari masyarakat ya kok ini tugu kudanya kagak ada,” tuturnya saat ditemui langsung kuninganmass.com Rabu (26/8/2026).
Dian menceritakan pembangunan Tugu Bola Dunia di masa lalu sejatinya menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bappeda. Namun, makna dari tugu tersebut dinilai kurang dipahami oleh masyarakat luas.
“Itu CSR dari BJB, waktu itu banyak saran masukan dari masyarakat, kok ini Tugu Kuda-nya kagak ada. Bola dunia itu waktu itu berpikir maknanya belum begitu dipahami, itu saja,” ujarnya.
Terkait pendanaan proyek tugu yang baru, Dian menjelaskan skema pembiayaan pembangunan infrastruktur di Kuningan tidak melulu bergantung penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mengombinasikan berbagai sumber termasuk pihak luar.
“Ada yang APBD ada yang non APBD. Ya kalau semua non- APBD ya gimana? Kan semua juga yang nyumbang ada keterbatasan,” tandasnya.
Meski demikian, Dian menegaskan penggunaan APBD untuk pembangunan fasilitas atau tugu publik sama sekali tidak menyalahi aturan, selama diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat banyak dan tercatat secara transparan.
“APBD pun kalau untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik kan nggak masalah, asal tercatat aturannya jelas,” pungkasnya. (raqib)