Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Duka Nanggala, Duka Indonesia

KUNINGAN (MASS) – KRI Nanggala 402 salah satu kapal selam milik Indonesia, sejak tanggal 21 April 2021 dinyatakan hilang saat melakukan latihan di perairan sekitar 60 mil atau 95 km dari arah utara pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Marsekal Yulius Widjojono, kapal ini membawa 53 personil yang terdiri dari 49 anak buah kapal,1 orang komandan satuan, dan 3 personil senjata. (kontan.co.id,25/4/2021)

Dari sisi teknologi, kapal yang dibuat pada tahun 1979 ini disebut sebagai teknologi persenjataan mutakhir, meskipun sebenarnya termasuk kapal tua, namun sudah ada peremajaan pada tahun 2009-2012. Kapal selam ini memiliki panjang 59,5 m, lebar 63 m, tinggi 5,5 m, menggunakan 4 mesin diesel elektrik, mampu menyelam selama 3 bulan dengan kedalaman 250 m dibawah permukaan laut, dilengkapi persenjataan 14 torpedo, 21 inci dalam 8 tabung, memiliki jarak tembak sejauh 2 mil, serta memiliki sensor sonar jenis CSU 3-2 suit. Karena kecanggihannya itulah kapal selam ini dijuluki monster bawah laut.

Semua pihak terus berusaha melakukan pencarian dan pertolongan dengan melibatkan berbagai unsur, dari Basarnas,  Bakamla, BPPT, TNI, Polri, KNKT,  dan bantuan dari negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Amerika, Australia, dan India.

Panglima TNI AL, Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa seluruh awak kapal KRI Nanggala 402 dipastikan telah gugur. Hal ini berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan dari citra bawah air KRI Rigel dan MV. Swift Rescue yang menurunkan ROV-nya menggunakan kamera  ditambah bukti-bukti lain yang ditemukan.(BBCnews.com, 21/4/2021). Hasil visual ROV Singapura mengungkapkan bahwa kapal terbelah menjadi tiga dan akhirnya tenggelam di kedalaman 830 m.

Penyebab tenggelamnya kapal selam ini masih belum jelas. Menurut M.Haripin, pengamat pertahanan LIPI, ada dua faktor penyebab kecelakaan kapal selam, yaitu adanya kendala teknis yang mungkin tidak terdeteksi atau yang dibiarkan berlarut-larut; dan adanya human error (faktor manusia). Bisa jadi personil kurang latihan atau dihadapkan pada medan yang menantang atau medan yang tidak lazim.

Upaya obyektif tetap harus terus  dilakukan untuk mendapatkan bukti-bukti, sehingga terwujud gambaran secara komprehensif.

Kalau kita lihat dari sisi fungsi, kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer.  Posisi negara Indonesia yang strategis, juga berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga di laut dan 3 di darat sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi terjadinya kerawanan, berupa ancaman militer dan non militer. Dari konstalasi geografis,  peran,  fungsi, dan tugas TNI AL serta kemampuan peperangannya, maka TNI AL harus memiliki persenjataan strategis dan memiliki daya tangkal yang tinggi berupa alutsista (peralatan utama sistem pertahanan).

Salah satu alutsista yang memiliki nilai strategis tinggi adalah kapal selam. Fungsi kapal selam antara lain: untuk penyergapan,  untuk penyerangan , untuk sarana infiltrasi (penyusupan pasukan khusus), spionase, sabotase, sarana infiltrasi (penyusupan pasukan khusus),  pengeluaran ranjau dengan cara terbatas,  pencarian dan penyelamatan (search and rescue) di laut secara terbatas, angkut/evakuasi VVIP secara terbatas dan penyerangan obyek vital di darat dan di laut. Melihat fungsinya yang sangat vital,  TNI yang mndapatkan anggaran terbesar diantara anggaran yang lain yaitu sekedar 131 triliun,  namun kita hanya mempunyai 5 buah kapal selam.

Menurut pendapat dari seorang ahli militer Connie Rahakundini Bakrie menyimpulkan bahwa negara berkembang sulit untuk membangun postur militer yang kuat.  Karena jika perekonomian yang  lemah di negara berkembang dijadikan dasar membangun kekuatan militer, artinya kekuatan militer mengikuti keadaan ekonomi. Maka dapat dipastikan negara berkembang tidak akan bisa membangun kekuatan militer yang tangguh. 

Islam mempunyai pengaturan terhadap pertahanan negara secara detail. Dalam konteks kita sebagai seorang muslim,   pengaturan pertahanan ini penting agar kita mampu menghadapi setiap ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri,  baik sifatnya soft maupun hard,  sehingga kita mampu untuk melakukan berbagai langkah secara lebih tepat.

Sistem pertahanan dalam Islam sangat berbeda jauh dengan sistem kapitalis. Sebuah negara Islam dibangun atas dua kekuatan politik, baik politik luar negeri maupun politik dalam negeri. Apapun kebijakan luar negeri khilafah adalah dakwah dan jihad. Khalifah adalah pemimpin langsung dakwah dan jihad. Jihad adalah metode dalam mencapai puncak keagungan Islam, yang memerlukan militer dan semua aspeknya untuk pertahanan dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.

Sementara itu aspek – aspek yang dibutuhkan yaitu sarana, termasuk alutsista baik di darat, udara, maupun di laut. Ini menjadi perhatian sangat penting dari Islam, karena seorang imam adalah pemimpin yang harus bertanggung jawab maka dia harus menggunakan seluruh kewenangan termasuk kekuatan seluruh anggaran negara dalam melakukan pemenuhan kebutuhan agar misi dakwah dan jihad dapat dilakukan dengan sungguh – sunggguh.

Sebagaimana perintah Allah dalam qur’an surat al-Anfal ayat 60: ” Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah,  musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak menyadarinya,  tetapi Allah mengetahuinya……”

Kalau itu didukung oleh sistem ekonomi yang didasarkan kepada Islam, yang memberikan perhatian luar biasa, maka negara akan memiliki anggaran besar dari pos-pos penerimaan kepemilikan umum dan pos lainnya. Tentunya sangat berbeda jauh dengan fakta hari ini, yang menganut sistem kapitalis.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Benar-benar kiranya apa yang dikatakan pengamat militer, sulit bagi negara berkembang untuk meningkatkan postur pertahanannya, karena alokasi anggaran dari sistem ekonomi kapitalistik, justru menjebak mereka ke dalam hutang. Di indonesia sendiri saat ini  besar hutangnya lebih dari 6.000 triliun, belum termasuk bunganya. Untuk membayar pokoknya saja 400 triliun dan bunganya 200 triliun, jadi pertahun  harus mencicil sebesar 600 triliun.

Dalam sistem Islam karena seluruh kekuatan ekonomi dikendalikan di bawah aturan syari’ah, tidak boleh kekayaan alam diserahkan kepada swasta apalagi asing,  maka kebutuhan ini akan jauh lebih mudah untuk dipenuhi.

Dalam konteks politik dalam negeri, penerapan syari’ah kaffah membutuhkan mitra yaitu polisi dengan berbagai aspeknya terkait dengan peradilan. Jadi di dalam daulah Islam ada Departemen Keamanan Dalam Negeri yang menangani penjagaan keamanan dalam negeri melalui satuan kepolisian.

Keamanan dan stabilitas dalam negeri suatu negara memainkan peran yang sangat penting. Perekonomian yang menjadi urat nadi kehidupan rakyat tidak akan berjalan dengan baik jika keamanan dalam negeri kacau dan terganggu. Jihad yang menjadi kewajiban negara dalam mengemban dakwah ke seluruh dunia juga tidak mungkin bisa dilakukan dengan sempurna jika stabilitas dan keamanan dalam negeri belum terkendalikan.

Kita bisa lihat potensi-potensinya yang luar biasa,  diantaranya :  sekitar 1,8 miliar dari sisi jumlah penduduknya,  ini sebuah kekuatan yang luar biasa dengan sebaran wilayahnya yang strategis, sumber daya alamnya yang melimpah,  logistik dalam pengertian berbagai geopolitik dan geoekonominya yang strategis,  kekuatan militernya ada 120 hulu ledak nuklir di Pakistan. Apabila seluruh kekuatan militer di negeri-negeri kaum muslim digabungkan, maka akan didapatkan sebuah postur kekuatan yang luar biasa. Apalagi ditambah dukungan industri, baik industri yang terkait  dengan industri pertahanan maupun pendukungnya. Apalagi dengan menerapkan sistem ekonomi Islam, maka akan terwujud kekuatan ekonomi yang mandiri sehingga akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

Sistem pertahanan ini tentu saja membutuhkan satu hal, yakni kepemimpinan. Dengan kepemimpinan global, kita mengharapkan bahwa dengan Islamlah pertahanan yang ideal dan juga berbagai penjaminan terhadap berbagai kualitas maupun updating teknologi akan bisa dilakukan secara lebih baik.

Kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk menjadikan kekuatan alutsista,  basisnya adalah dengan syari’ah. Sehingga  akan semakin bisa memberikan perlindungan terhadap masyarakat secara keseluruhan, serta akan memberikan rahmat untuk seluruh alam.

Hanya saja, kita yakin peristiwa ini adalah kehendak Allah Swt. Semua bisa terjadi atas kekuasaan Sang Pencipta yang menguasai bumi, laut dan alam semesta ini.

Waallahu ‘alam bishshawwab.

Penulis : Siti Rosyidah, S.H.I

Pegiat Literasi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.Korbannya tidak hanya dari kalangan dewasa, tetapi juga remaja,...

Advertisement