Diterjang Angin Kencang, Atap Kober di Tundagan Malah Terbang

KUNINGAN (MASS) – Angin kencang menerjang wilayah Dusun Ciagi RT 037 RW 008, Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan atap bangunan Kober (Kelompok Belajar) Posyandu rusak dan sebagian material terbawa angin.

Berdasarkan laporan kaji cepat Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan, angin kencang datang dari arah timur dan menghantam bagian atap teras bangunan Kober. Akibatnya, atap yang menggunakan baja ringan mengalami kerusakan, sementara sejumlah genteng ikut tertiup angin.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan Kober mengalami kerusakan ringan akibat terdampak angin kencang.

Material atap baja ringan yang rusak memiliki ukuran sekitar 6×7 meter. Setelah kejadian, aparat desa bersama masyarakat langsung melakukan pembersihan material yang berserakan di sekitar bangunan.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima BPBD Kabupaten Kuningan pada Selasa malam sekitar pukul 18.48 WIB. BPBD kemudian mengirimkan tim assessment untuk melakukan pendataan dan memastikan kondisi di lokasi.

Kalak BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengatakan penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Aparat desa berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, Polri, Disdikbud, serta BPBD Kabupaten Kuningan untuk menangani dampak kejadian.

“Langkah awal yang dilakukan adalah memastikan kondisi warga aman, melakukan pendataan kerusakan, serta membersihkan material yang terdampak. Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan pihak terkait sesuai kebutuhan di lapangan,” tuturnya dalam laporan.

Hingga laporan pembaruan pada Rabu (16/9/2026) pukul 12.00 WIB, kondisi di lokasi relatif aman. Cuaca dilaporkan berawan dan masyarakat bersama aparat desa masih melakukan pembersihan material baja ringan dari bangunan yang terdampak.

“Untuk kebutuhan darurat, warga dan pihak desa membutuhkan terpal sebagai penanganan sementara pada bagian bangunan yang atapnya mengalami kerusakan. Selanjutnya, kebutuhan perbaikan akan dikoordinasikan dengan pihak desa dan instansi terkait,” tandasnya.

Tim Assessment Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan yang melakukan pendataan di antaranya Aep Saepudin selaku Penata Layanan Operasional. BPBD memastikan perkembangan penanganan akan terus dipantau apabila terdapat kondisi atau kebutuhan lain di lapangan. (raqib)