SENDANGAGUNG (MASS) – Madrasah Aliyah (MA) Nurul Huda Kertawangunan kembali melaksanakan kegiatan Praktik Dakwah Lapangan (PDL) sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian siswa di tengah masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas Khidmah sebanyak 36 peserta yang terbagi ke dalam empat kelompok dan akan melaksanakan praktik dakwah di beberapa desa.
Sebelum diterjunkan langsung ke masyarakat, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pembekalan PDL pada Kamis (3/9/2026) lalu. Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan peserta sebelum terjun ke masyarakat, sekaligus memberikan bekal agar siswa mampu beradaptasi, berkomunikasi, mengajar, serta menjalankan peran dakwah dengan baik di lingkungan tempat mereka bertugas.
Pembekalan menghadirkan sejumlah pemateri dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta selama melaksanakan PDL. Materi pertama, “Wawasan Sosial Masyarakat dan Pendekatan Masyarakat”, disampaikan oleh H. M. Iftor Nawawi, S.H., M.M.
Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kondisi sosial masyarakat serta pentingnya membangun pendekatan yang tepat dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Selanjutnya, Ust. Ade Mulyadi, S.H. menyampaikan materi “Fiqhu Dakwah” yang membekali peserta mengenai prinsip dan cara berdakwah secara bijaksana sesuai dengan kondisi masyarakat yang dihadapi.
Materi ketiga, “Teknik Mengajar di Lembaga Formal”, disampaikan oleh Alif Dzikir Lestari, S.Pd. Peserta dibekali pemahaman mengenai teknik menyampaikan materi, membangun interaksi dengan siswa, serta mengelola pembelajaran di lembaga formal.
Adapun materi terakhir, “Kebijakan PDL (Tata Tertib, Instrumen Pelaporan, dan sebagainya)”, disampaikan oleh Irma Nurhasanah, Lc. Materi tersebut menjadi pedoman bagi peserta agar pelaksanaan PDL berjalan tertib, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Setelah melalui proses pembekalan, para peserta kemudian secara resmi dilepas untuk melaksanakan Praktik Dakwah Lapangan pada Minggu (6/9/2026). Prosesi pelepasan dihadiri oleh Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan, Abuya K.H. Abdul Syukur, Umi Hj. Imas Maesyaroh, Pimpinan Umum Pondok Pesantren K.H. M. Fahmi Fauzan, Lc MA., MPd, Hj. Sarah Nurhayati, Lc., M.Pd., serta para asatidz dan asatidzah Pondok Pesantren Nurul Huda Kertawangunan.
Dalam arahannya, Abuya K.H. Abdul Syukur menyampaikan pesan yang menjadi refleksi penting bagi para peserta PDL. Menurut beliau, keberhasilan PDL tidak semata-mata diukur dari terlaksananya seluruh program, tetapi juga dari kesan dan kebermanfaatan yang ditinggalkan bagi masyarakat.
“Kalau PDL selesai kemudian masyarakat mengatakan, ‘Alhamdulillah, akhirnya selesai,’ berarti ada yang perlu dievaluasi dari PDL-nya. Tetapi kalau ketika PDL berakhir masyarakat justru merasa sedih karena harus berpisah, maka di situlah PDL bisa dikatakan berhasil,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat hendaknya tidak sekadar menjalankan program, melainkan mampu membangun hubungan yang baik dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.
Sebanyak 36 peserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok dengan masing-masing kelompok didampingi oleh seorang pembimbing dan dipimpin oleh seorang ketua kelompok. Adapun pembagian kelompok tersebut adalah sebagai berikut:
Kelompok 1
Pembimbing: Ahmad Fathuroji, S.Pd.
Ketua: Rehan Royahinul Jinan
Lokasi: Desa Cidahu
Kelompok 2
Pembimbing: Mela Meliawati, M.Pd.
Ketua: Siti Nuraeni
Lokasi: Desa Karangtawang
Kelompok 3
Pembimbing: Alif Dzikir Lestari, S.Pd.
Ketua: Ira Zahra Fauziah
Lokasi: Desa Purwasari
Kelompok 4
Pembimbing: Irma Nurhasanah, Lc.
Ketua: Salwa Kamilatul Fadilah
Lokasi: Desa Pangkalan
Melalui Praktik Dakwah Lapangan, siswa-siswi kelas Khidmah diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh di madrasah, tetapi juga belajar memahami karakter masyarakat, membangun komunikasi, mengembangkan kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat mereka bertugas.
PDL ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu dengan kehidupan nyata. Sebab pada akhirnya, kaya Abuya, keberhasilan sebuah pembelajaran tidak hanya terlihat dari apa yang mampu siswa pahami, tetapi juga dari seberapa jauh ilmu tersebut mampu menghadirkan kebermanfaatan bagi orang lain. (eki)