Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Dikritik Kadinsos, Kades Citapen Dibela Ketua DPRD, Nuzul: Sepanjang Penerima BLT-nya Ikhlas….

KUNINGAN (MASS) – Adanya pemotongan BLT BBM oleh Kades Citapen Kecamatan Japara menuai polemik. Meski sebelumnya Kades beralasan untuk dibagikan ke masyarakat tidak mampu (yang tidak tercantum dalam data), hal itu ternyata menuai kritik dari Kadinsos.

Kadinsos dr Deni Hamdani M Si, dalam berita sebelumnya mengatakan, pemotongan itu tidak boleh. Yang harus didorong adalah perbaikan data.

Baca: https://kuninganmass.com/kades-potong-blt-kadinsos-tidak-bisa-seperti-itu/

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun, hal berbeda diutarakan Ketua DPRD Nuzul Rachdy SE. Menurut Zul, sepanjang yang punya haknya ikhlas itu justru harus diapresiasi.

“Saya misalnya, karena datanya gak bener, dapet (bansos), saya kan malu,” ucapnya mencontohkan, kalo itu terjadi bantuanya akan dibagi ke yang membutuhkan.

Saat ditanya apakah diperbolehkan, jika pembagian/pemotongan itu dilakukan secara kolektif, Nuzul masih menjawab dengan narasi yang sama.

“Sepanjang ikhkas dan, kalo ikhlas, dia tidak bereaksi,” ucap Zul, Senin (19/9/2022) kemarin di gedung DPRD Kuningan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca: https://kuninganmass.com/blt-dipotong-100ribu-kades-citapen-diberikan-kepada-yang-berhak/

Nuzul mengiyakan, adanya insiden itu berawal dari data. Dan memang harus diakui, lanjutnya, pendataan yang sudah 20 tahun terakhir ini, secara nasional, memang tidak beres.

“Menghadapi pemilu, DPT bermasalah. Menghadapi pkh bermasalah,” ucap Zul.

Meski begitu, Nuzul mengatakan saat ini pemerintah juga tengah berkonsentrasi pembenahan data, termasuk dalam regsosek. Dan ia mengaku menyambut baik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Yang namanya pendataan ini, biayanya besar tapi tidak ada hasil fisiknya. Beda dengan membangun jembatan, katingali, data mah kan teu katingali,” ujarnya sembari menekankan, selama ini memang agak lalai dalam pendataan akurat.

Di akhir, Zul kembali menegaskan perihal pemotongan BLT BBM ini, tentu alasannya dulu yang harus jelas.

“Kalo pemotongan untuk kepentingan dirinya sendiri, oknum atau kelompok itu jelas tidak boleh. Tapi kalo misalnya kita berembug, yeuh ada yang lebih miskin, lebih menderita dari bapak ibu, gimana kalo ini (bantuanya) dibagi. Sepanjang dia mau,” jawabnya. (eki)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Mengomentari pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dan program sembako sebesar Rp100 ribu yang terjadi di Desa Citapen Kecamatan Japara, Kepala...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Aktifis Ismah Winarto, atau Ima, kembali menanggapi pernyataan Ketua DPRD Nuzul Rachdy, terkait penjelasanya soal Sidang Rapat Paripurna DPRD tak ada...

Government

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE meminta yang tidak hadir dalam Sidang Rapat Paripurna, tidak berspekulasi dan komentar seolah-olah pimpinan...

Government

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH mengatakan tidak adanya lagu Indonesia Raya dalam Sidang Paripurna DPRD pada Kamis (15/9/2022) kemarin,...

Advertisement